Jurnalis Italia Ramal AC Milan Sulit Lolos ke Liga Champions

AC Milan
Ilustrasi AC Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Masa depan AC Milan semakin suram jelang akhir musim Serie A 2025/2026.

Kekalahan dramatis 2-3 dari Atalanta di San Siro tidak hanya membuat posisi Rossoneri terancam keluar dari empat besar, tetapi juga memicu gelombang kritik tajam dari media Italia dan kemarahan besar dari para suporter.

Salah satu komentar paling keras datang dari jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini.

Baca Juga:Sandro Sabatini: AC Milan Sudah TamatPertama dalam Sejarah, Barcelona Raih Gelar Liga Spanyol dengan Mengalahkan Real Madrid

Dalam editorialnya di Calciomercato, ia bahkan meramalkan Milan tidak akan mampu mempertahankan posisi mereka di zona Liga Champions hingga akhir musim.

“Di tepi jurang. Bahkan mungkin sudah jatuh ke dalamnya. Milan sudah tamat,” tulis Sabatini.

Menurutnya, Rossoneri kini terlihat kehabisan energi, kepercayaan diri, dan identitas permainan.

Ia menilai performa buruk Milan dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar penurunan biasa, melainkan tanda runtuhnya proyek klub secara keseluruhan.

“Tim ini sempat memberi ilusi bisa bersaing untuk Scudetto, tetapi dalam dua bulan terakhir semua kelemahan teknis, taktik, dan mental mereka terbuka jelas,” lanjutnya.

Kekalahan dari Atalanta memang menjadi pukulan telak bagi Milan. Hasil tersebut membuat tim asuhan Massimiliano Allegri kini hanya unggul tipis dalam persaingan menuju Liga Champions.

AS Roma berhasil menyamai poin Milan, sementara Como 1907 terus membayangi dengan selisih dua angka saja.

Baca Juga:Mengapa AC Milan yang Lolos ke Liga Champions Jika Punya Poin yang Sama dengan AS Roma dan ComoCurva Sud Tuding Furlani Hancurkan Tim Scudetto AC Milan: Mereka Menginjak-injak Sejarah Milan

Meski Milan masih unggul head-to-head atas Roma, tekanan besar justru datang dari dalam klub sendiri.

Atmosfer San Siro saat melawan Atalanta berubah menjadi lautan protes yang dipimpin kelompok ultras Curva Sud.

Bahkan sebelum pertandingan dimulai, ribuan suporter sudah melakukan aksi demonstrasi di luar stadion.

Mereka membagikan selebaran berisi kritik keras kepada pemilik klub Gerry Cardinale, Presiden Milan Paolo Scaroni, dan terutama CEO klub Giorgio Furlani.

Curva Sud menilai manajemen Milan telah menghancurkan fondasi tim juara yang sempat membawa Rossoneri meraih Scudetto beberapa tahun lalu.

“Empat tahun lalu kami merayakan salah satu Scudetto terindah dalam sejarah Milan. Sekarang lihat di mana kami berada,” tulis Curva Sud.

Mereka menuduh Furlani dan manajemen lebih mementingkan keuntungan finansial dibanding membangun tim yang kompetitif.

0 Komentar