PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Sebagian masyarakat masih memandang bahwa penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan aib yang harus ditutupi. Hal ini berdampak pada lemahnya kesadaran pasien untuk melakukan pengobatan dan berakibat penyakit menjadi lebih parah.
Manajemen RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma tersebut. Dalam Instagram rsud_pangandaran menegaskan bahwa TBC bukan merupakan aib bagi keluarga dan penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.
“Bukan salahmu sakit TBC. TBC bukan aib bagi keluarga karena TBC bisa sembuh dengan minum obat sampai tuntas,” tulis manajemen RSUD Pandega Pangandaran dalam postingannya.
Baca Juga:Guru SD di Pangandaran Dapat Beasiswa S2 Universitas PadjadjaranKebakaran Melanda Rumah Makan di Kampung Turis Pangandaran
RSUD Pandega Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pengobatan apabila mengalami gejala TBC. Sebab, penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Selain itu, pasien TBC disebut tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal selama menjalani pengobatan dengan disiplin dan rutin.
“Dengan minum obat rutin, kamu tetap bisa beraktivitas dan produktif,” lanjut isi unggahan tersebut.
Melalui edukasi itu, pihak rumah sakit berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan dan pengobatan dini untuk mencegah penularan sekaligus meningkatkan angka kesembuhan penderita TBC.
RSUD Pandega Pangandaran juga membuka layanan konsultasi melalui Klinik TB dengan penanganan oleh dokter Erisanti Nurfarida bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi maupun pemeriksaan terkait penyakit Tuberkulosis.
Upaya edukasi tersebut menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan TBC secara tepat dan tanpa stigma.(Deni Nurdiansah)
