Cassano Minta Fabregas Tinggalkan Italia: Serie A Tak Layak Untuknya

Antonio Cassano
Antonio Cassano Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan striker Timnas Italia, Antonio Cassano, melontarkan pujian luar biasa kepada pelatih Cesc Fabregas setelah keberhasilan fenomenal bersama Como 1907 musim 2025/2026.

Dalam program Viva el Futbol bersama Daniele Adani, Cassano bahkan secara terbuka meminta Fabregas meninggalkan Italia karena menganggap sepak bola Italia tidak pantas mendapatkan pelatih dengan kualitas seperti dirinya.

Menurut Cassano, keberhasilan Como musim ini hampir sepenuhnya merupakan hasil tangan dingin Fabregas.

Baca Juga:Claudio Ranieri Tertarik Tukangi Timnas Italia: Buka Peluang Duet dengan AllegriSandro Sabatini: Napoli Conte Punya Mimpi Buruk yang Sama dengan AC Milan Allegri

Ia menilai pelatih asal Spanyol tersebut mampu mengubah klub promosi menjadi salah satu kekuatan paling mengejutkan di Serie A.

“Pekerjaan yang dilakukan Fabregas membuat Como menjadi besar. Dengan pelatih lain, Como tidak akan mencapai level seperti ini,” kata Cassano.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pemain Como berutang besar kepada Fabregas karena sang pelatih berhasil mengangkat kualitas permainan mereka secara drastis.

“Perekat paling penting tim ini adalah pelatihnya. Sebanyak 95 persen pemain Como harus berterima kasih kepada Cesc. Klub, suporter, semua orang harus berterima kasih kepada Como dan Fabregas,” lanjutnya seperti dikutip dari FCInter1908.

Namun pernyataan paling mengejutkan muncul ketika Cassano membahas kondisi sepak bola Italia saat ini.

Ia melihat Serie A sedang mengalami kemunduran dan tidak cukup menghargai sosok seperti Fabregas.

“Saya sungguh berharap dia pergi dari Italia karena negara ini tidak layak untuknya. Kita terlihat memalukan di sini. Sepak bola Italia sedang kehilangan arah,” ujar Cassano dengan nada tajam.

Cassano juga memuji cara komunikasi serta kecerdasan taktik Fabregas.

Baca Juga:Jurnalis Italia Ramal AC Milan Sulit Lolos ke Liga Champions3 Faktor yang Buat Real Madrid Runtuh Musim Ini: Pertama Ruang Ganti Penuh Konflik

Menurutnya, mantan gelandang FC Barcelona, Arsenal FC, dan Chelsea FC itu sudah menunjukkan kapasitas luar biasa meski baru memulai karier kepelatihan.

“Dia dulu pemain top dan sekarang sebagai pelatih dia sudah luar biasa fenomenal,” tegas Cassano.

Memang, kiprah Como bersama Fabregas musim ini menjadi salah satu cerita terbesar di Serie A 2025/2026.

Klub yang awalnya hanya berstatus tim promosi berhasil menjelma menjadi kuda hitam yang disegani banyak tim besar Italia.

Puncak pencapaian mereka terjadi ketika Como memastikan tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menang 1-0 atas Hellas Verona FC pada pekan ke-36 Serie A.

0 Komentar