JAKARTA, RADARTASIK.ID – Efek rebalancing indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) periode Mei 2026 menghadirkan fenomena yang menarik di pasar modal Indonesia.
Sejumlah saham yang resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard Indexes justru mencatat penguatan signifikan pada hari efektif rebalancing, sementara saham-saham perbankan berkapitalisasi besar mengalami tekanan dan menjadi pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Penyesuaian indeks MSCI tersebut resmi berlaku pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, mengikuti hasil tinjauan indeks yang diumumkan pada 12 Mei 2026.
Baca Juga:Permainan Tradisional Sunda Ini Ternyata Bisa Bikin Matematika Lebih Mudah Dipahami Siswa SD di TasikmalayaTaspen Salurkan Gaji Ketiga Belas Pensiunan ASN Mulai 2 Juni 2026, Tanpa Prosedur Ribet
Berdasarkan catatan Stockbit, dari enam saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, empat di antaranya berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau.
Bahkan, saham Barito Renewables Energy (BREN) dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melesat hingga menyentuh batas atas auto rejection (ARA) sebesar 25 persen.
Kinerja impresif kedua saham tersebut turut memberikan sentimen positif terhadap sejumlah emiten lain yang berada dalam lingkup grup dan konglomerasi terkait.
Saham Bukit Uluwatu Villa (BUVA) serta Sinergi Inti Andalan Prima (INET) ikut mendapatkan dorongan kenaikan seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor dan grup usaha yang sama.
Sebaliknya, mayoritas saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI Small Cap Indexes justru bergerak melemah pada perdagangan hari yang sama, menunjukkan bahwa respons pasar tidak terjadi secara merata di seluruh emiten yang terdampak rebalancing.
Big Banks Terbebani Penyesuaian Bobot MSCI
Di sisi lain, saham-saham unggulan atau blue chip, khususnya sektor perbankan, mengalami tekanan jual yang cukup besar.
Pelemahan ini terutama dikaitkan dengan penurunan bobot saham dalam indeks MSCI sebagai dampak penyesuaian free float yang digunakan dalam perhitungan indeks.
Beberapa saham bank besar yang mencatat penurunan antara lain:
Baca Juga:7 Rekomendasi Tempat Belajar Ngaji Online Terbaik untuk DewasaKompak! Puluhan Rider Honda ADV Taklukkan Jalur Pegunungan Menuju Curug Citambur
- Bank Central Asia (BBCA) turun 4,6 persen
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah 3,9 persen
- Bank Negara Indonesia (BBNI) terkoreksi 3,7 persen
- Bank Mandiri (BMRI) turun 1,2 persen
Tekanan terhadap saham-saham perbankan tersebut menjadi faktor utama yang menahan laju IHSG.
Setelah bergerak di zona positif sepanjang sebagian besar sesi perdagangan, indeks akhirnya ditutup melemah tipis 0,05 persen.
