Tidak hanya itu, Como juga sukses bertahan di papan atas klasemen. Hingga pekan ke-36, mereka menempati posisi keenam Serie A, pencapaian yang jauh melampaui target awal musim.
Kesuksesan tersebut semakin lengkap karena Fabregas juga membawa Como melangkah hingga semifinal Coppa Italia.
Prestasi itu membuat nama Fabregas mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.
Baca Juga:Claudio Ranieri Tertarik Tukangi Timnas Italia: Buka Peluang Duet dengan AllegriSandro Sabatini: Napoli Conte Punya Mimpi Buruk yang Sama dengan AC Milan Allegri
Salah satu kekuatan utama Como musim ini adalah identitas permainan modern yang diterapkan Fabregas.
Tim tampil berani memainkan penguasaan bola, membangun serangan dari bawah, dan mampu beradaptasi secara fleksibel terhadap berbagai lawan.
Pendekatan taktik tersebut membuat Como menjadi salah satu tim paling menarik ditonton di Serie A. Banyak pengamat menilai gaya bermain mereka lebih modern dibanding sejumlah klub besar Italia lainnya.
Fabregas juga dianggap sukses membangun mentalitas baru di ruang ganti Como. Para pemain tampil percaya diri menghadapi tim-tim elite dan tidak lagi sekadar bertahan sebagai klub promosi.
Berkat pencapaian itu, Fabregas kini disebut sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Beberapa klub besar bahkan mulai memantau situasinya untuk musim depan.
Komentar Cassano pun semakin memperkuat spekulasi bahwa masa depan Fabregas mungkin tidak akan lama lagi berada di Italia.
Jika proyek Como terus berkembang, bukan tidak mungkin pelatih berusia 39 tahun itu segera mendapat panggilan dari klub elite Eropa.
Baca Juga:Jurnalis Italia Ramal AC Milan Sulit Lolos ke Liga Champions3 Faktor yang Buat Real Madrid Runtuh Musim Ini: Pertama Ruang Ganti Penuh Konflik
Bagi Cassano, Serie A saat ini justru berisiko kehilangan salah satu sosok pelatih paling inovatif yang dimilikinya.
