PANGANDARAN, RADARTASIK.ID– Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran tengah bersiap menyelenggarakan perhelatan budaya Hajat Laut 2026. Kegiatan tersebut merupakan pesta rakyat yang digelar setiap tahun di bulan muharam.
Pesta rakyat yang memadukan upaya pelestarian tradisi pesisir dengan penguatan nilai-nilai religius ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa 16 Juni 2026, berpusat di kawasan Pantai Timur Pangandaran.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI Pangandaran Jeje Wiradinata mengungkapkan, perayaan Hajat Laut tahun ini mengusung tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga”. Tema ini dipilih tidak hanya sebagai slogan perayaan, melainkan sebagai bentuk refleksi mendalam bagi keseharian masyarakat nelayan di pesisir selatan Jawa Barat.
Baca Juga:Guru SD di Pangandaran Dapat Beasiswa S2 Universitas PadjadjaranKebakaran Melanda Rumah Makan di Kampung Turis Pangandaran
”Upaya kita dalam melestarikan warisan budaya dan tradisi leluhur pesisir harus berjalan selaras dengan komitmen menjaga keimanan dan keyakinan spiritual,” katanya Senin (1/6/2026).
Untuk memantik antusiasme warga dan merawat semangat kebersamaan, panitia penyelenggara telah menyiapkan uang pembinaan dengan total hadiah mencapai Rp 150 juta.
Jeje merinci, rangkaian kegiatan Hajat Laut tahun ini akan ditopang oleh tiga pilar utama, yakni rangkaian perlombaan, istighosah, dan puncaknya adalah festival budaya. Di sektor perlombaan ketangkasan pesisir, masyarakat diajak berpartisipasi dalam lomba dayung, balap perahu, renang nelayan, paddle board nelayan, menangkap meri, hingga tarik tambang. Sementara untuk mewadahi ruang kreativitas warga, panitia menggelar lomba tumpeng ibu nelayan, memasak pindang gunung, karnaval, bola voli pantai, serta lomba kebaya yang diperuntukkan bagi ibu dan anak nelayan.
”Bagi generasi muda dan kalangan pelajar, kami menyiapkan ruang berekspresi melalui lomba melukis, mengarang cerita tentang Pangandaran, hingga turnamen basket tingkat SLTA,” ungkapnya.
Adapun untuk mengakomodasi nilai religius yang menjadi pilar tema tahun ini, panitia memfasilitasi kegiatan istighosah atau doa bersama.
Tidak hanya itu, lomba yang menitikberatkan pada syiar keagamaan dan pelestarian bahasa seperti tilawatil quran, pupuh, dan pemilihan dai cilik (pildacil) juga turut diselenggarakan.
Kemeriahan Hajat Laut ini akan ditutup dengan suguhan Festival Budaya yang mengangkat keautentikan seni lokal Pangandaran. Masyarakat dan wisatawan, kata Jeje, akan disuguhkan atraksi pawai dongdang, tari penyambutan, tari kolosal rengganis, ronggeng amen, tekos, serta cucurak ebeg.
