3 Faktor yang Buat Real Madrid Runtuh Musim Ini: Pertama Ruang Ganti Penuh Konflik

Real Madrid
Ilustrasi pemain Real Madrid Foto: Tangkapan layar Instagram@realmadrid
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Musim 2025/2026 akan menjadi salah satu musim paling menyakitkan bagi Real Madrid.

Los Blancos tidak hanya gagal mempertahankan dominasi mereka di Spanyol, tetapi juga harus menyaksikan rival abadi mereka, FC Barcelona, meraih gelar Liga Spanyol langsung lewat kemenangan di El Clasico.

Kekalahan 0-2 dari Barcelona menjadi simbol runtuhnya Real Madrid musim ini. Tim asuhan Alvaro Arbeloa terlihat kehilangan arah, identitas permainan, dan stabilitas ruang ganti.

Baca Juga:Pertama dalam Sejarah, Barcelona Raih Gelar Liga Spanyol dengan Mengalahkan Real MadridMengapa AC Milan yang Lolos ke Liga Champions Jika Punya Poin yang Sama dengan AS Roma dan Como

Barcelona bahkan tidak perlu tampil dengan kekuatan penuh untuk mengalahkan Madrid.

Robert Lewandowski yang belum sepenuhnya fit hanya bermain sebagai pemain cadangan, tetapi Blaugrana tetap terlalu kuat untuk Los Blancos.

Gol dari Marcus Rashford lewat tendangan bebas dan penyelesaian akhir Ferran Torres setelah umpan magis Dani Olmo memastikan kemenangan Barcelona sekaligus mempermalukan Madrid di laga paling penting musim ini.

Di balik kegagalan tersebut, ada tiga faktor besar yang membuat Real Madrid runtuh sepanjang musim.

1. Ruang Ganti Retak dan Dipenuhi Konflik

Faktor pertama yang paling mencolok adalah rusaknya suasana ruang ganti Madrid.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai laporan media Spanyol membocorkan konflik internal yang semakin tidak terkendali di Valdebebas.

Menurut laporan Onda Cero, Antonio Rudiger sempat menampar Rafa Marin Carreras saat sesi latihan hingga pemain lain harus turun tangan melerai keduanya.

Baca Juga:Curva Sud Tuding Furlani Hancurkan Tim Scudetto AC Milan: Mereka Menginjak-injak Sejarah MilanProtes Curva Sud AC Milan di San Siro: Usir Furlani dan Nyanyikan Lagu untuk Paolo Maldini

Tak hanya itu, sebuah video juga sempat beredar yang menunjukkan Rudiger menampar seorang staf pelatih kebugaran.

Masalah tidak berhenti di situ. Surat kabar Marca melaporkan bahwa Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde juga terlibat pertengkaran hebat.

Valverde bahkan dikabarkan mengalami cedera kepala dan harus menjalani perawatan hingga absen dalam El Clasico.

Klub memilih hanya memberikan denda tanpa hukuman tambahan kepada pemain-pemain tersebut.

Namun situasi itu memperlihatkan bahwa kondisi internal Madrid sudah jauh dari harmonis.

Sebelumnya, Madrid juga sempat diterpa isu mengenai hubungan buruk Dani Ceballos dengan staf pelatih.

Selain itu, beberapa laporan media Spanyol menyebut sikap Kylian Mbappe mulai mengganggu sebagian rekan setimnya.

Rangkaian konflik tersebut membuat Madrid kehilangan ketenangan di momen paling penting musim ini.

0 Komentar