Protes Curva Sud AC Milan di San Siro: Usir Furlani dan Nyanyikan Lagu untuk Paolo Maldini

Curva Sud AC Milan
Ilustrasi Curva Sud AC Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@lucci_luca 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Suasana panas menyelimuti San Siro saat AC Milan menghadapi Atalanta pada pekan ke-36 Serie A.

Bukan hanya tekanan perebutan tiket Liga Champions yang menjadi sorotan, tetapi juga gelombang protes besar dari ultras Curva Sud terhadap pemilik klub, manajemen, hingga para pemain Rossoneri.

Milan datang ke pertandingan ini dalam kondisi tertekan setelah serangkaian hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga:AC Milan Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions, Paolo Di Canio: Tim Tak Punya IdentitasEderson Selangkah Lagi Gabung Manchester United, Charles De Ketelaere Setuju Pindah ke Munchen

Tim asuhan Massimiliano Allegri tidak memiliki ruang untuk kembali terpeleset karena persaingan menuju empat besar klasemen semakin ketat.

Namun, sebelum pertandingan dimulai, atmosfer di sekitar San Siro sudah memanas.

Ribuan pendukung Curva Sud melakukan aksi demonstrasi besar-besaran yang menargetkan manajemen klub, khususnya CEO Milan, Giorgio Furlani.

Para ultras bahkan membagikan selebaran di luar stadion yang berisi kritik keras terhadap pemilik klub Gerry Cardinale, Presiden Milan Paolo Scaroni, dan Furlani.

Dalam pernyataan tersebut, Curva Sud menilai manajemen telah menghancurkan fondasi tim juara yang sempat membawa Milan meraih Scudetto beberapa tahun lalu.

Mereka menyebut skuad juara itu sebenarnya hanya membutuhkan beberapa tambahan pemain berkualitas untuk terus bersaing di level tertinggi.

Namun menurut mereka, arah klub berubah total akibat kebijakan manajemen yang dinilai lebih mementingkan keuntungan finansial dibanding ambisi olahraga.

Baca Juga:Petinggi AC Milan Tak Kompak Rekrut Lewandowski: Sebagian Setuju, Sebagian MenolakMassimo Moratti: Ibrahimovic Tidak Merasa Cocok dengan Messi 

Furlani menjadi sasaran utama kemarahan suporter. Nama CEO Milan itu bahkan sudah menjadi target petisi pengunduran diri dari para fans.

Curva Sud menilai dirinya bertanggung jawab atas menurunnya prestasi Rossoneri dalam beberapa musim terakhir.

Mereka juga menyoroti kebijakan transfer klub yang dianggap buruk.

Dalam selebaran tersebut, para ultras menyebut Milan mendatangkan sejumlah pemain yang gagal memenuhi ekspektasi akibat keputusan transfer yang dinilai tidak kompeten.

Kemarahan suporter juga muncul karena manajemen dianggap terlalu ikut campur dalam urusan teknis tim.

Padahal, banyak fans berharap klub memberi kebebasan lebih besar kepada pelatih dan direktur olahraga untuk membangun skuad yang kompetitif.

Curva Sud bahkan menilai target utama manajemen Milan saat ini hanyalah lolos ke Liga Champions demi mendapatkan pemasukan finansial, bukan membangun tim juara yang mampu bersaing di Eropa.

0 Komentar