RADARTASIK.ID – Nama Robert Lewandowski kembali menjadi pusat perhatian bursa transfer Eropa.
Striker veteran milik FC Barcelona itu kini dikabarkan masuk radar AC Milan, tetapi rencana perekrutannya justru memecah pendapat internal Rossoneri.
Kontrak Lewandowski bersama Barcelona akan habis pada 30 Juni 2026.
Situasi tersebut membuat masa depannya mulai dipenuhi spekulasi, terlebih setelah agennya, Pini Zahavi, bergerak aktif mencari kemungkinan baru untuk kliennya.
Baca Juga:Ditonton Raja Salman, Theo Hernandez Bantu Inzaghi Raih Gelar Perdana di Arab SaudiMoratti Dukung Langkah Inter Datangkan Nico Paz: Sarankan Lautaro dan Barella Dikontrak Seumur Hidup
Dalam beberapa pekan terakhir, Zahavi disebut melakukan perjalanan ke Italia dan mengadakan pertemuan dengan petinggi AC Milan serta Juventus.
Namun menurut laporan jurnalis transfer terkenal Fabrizio Romano, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Juventus menjadi klub pertama yang langsung mengambil sikap hati-hati. Manajemen Bianconeri disebut tidak ingin memaksakan transfer Lewandowski dalam kondisi keuangan saat ini.
Ketidakpastian lolos ke Liga Champions membuat Juventus memilih fokus pada striker yang lebih muda dengan tuntutan gaji lebih rendah.
Selain itu, biaya komisi dan bonus untuk transfer bebas juga dianggap terlalu besar.
Meski begitu, situasi di AC Milan justru jauh lebih menarik. Rossoneri disebut membuka peluang merekrut Lewandowski, terutama jika mereka berhasil memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Namun masalahnya, tidak semua petinggi Milan sepakat dengan ide mendatangkan striker asal Polandia tersebut.
Baca Juga:Media Italia Ramal AC Milan Akan Jual Strahinja PavlovicRevolusi Spalletti di Juventus: Depak 4 Pemain, Minta Tambahan 3 Punggawa Baru
Di dalam manajemen AC Milan kini muncul dua kubu dengan pandangan berbeda.
Kelompok pertama mendukung penuh transfer Lewandowski. Mereka percaya pengalaman dan mental juara sang striker bisa menjadi solusi instan bagi lini depan Rossoneri.
Kelompok ini juga melihat efek komersial besar dari kedatangan Lewandowski. Sosoknya dianggap mampu meningkatkan pendapatan sponsor, penjualan jersey, hingga nilai brand AC Milan secara global.
Pandangan tersebut mirip dengan pendekatan yang sebelumnya digunakan Milan saat mendatangkan Luka Modric.
Meski sudah tidak muda, pemain berpengalaman dianggap masih bisa memberikan dampak besar di ruang ganti maupun di lapangan.
Namun kubu kedua justru menolak rencana tersebut. Mereka menilai usia Lewandowski yang sudah menginjak 37 tahun membuat transfer itu terlalu berisiko secara finansial.
Selain gaji tinggi, transfer gratis juga tidak benar-benar murah. Milan tetap harus mengeluarkan biaya besar untuk bonus tanda tangan, komisi agen, serta kontrak bernilai tinggi.
