Moratti Dukung Langkah Inter Datangkan Nico Paz: Sarankan Lautaro dan Barella Dikontrak Seumur Hidup

Massimo Moratti
Massimo Moratti Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, kembali menunjukkan kecintaannya kepada Nerazzurri meski sudah lebih dari satu dekade meninggalkan kursi kepemimpinan klub.

Dalam program Sky Sport Unplugged, Moratti berbicara panjang lebar mengenai ruang ganti Inter era kejayaannya, sosok Cristian Chivu, hingga strategi transfer yang menurutnya harus dilakukan Inter pada musim panas mendatang.

Pria yang identik dengan era treble winners Inter itu menilai klub harus tetap berani berinvestasi pada pemain berkualitas tinggi jika ingin terus bersaing di level tertinggi Eropa.

Baca Juga:Media Italia Ramal AC Milan Akan Jual Strahinja PavlovicRevolusi Spalletti di Juventus: Depak 4 Pemain, Minta Tambahan 3 Punggawa Baru

Salah satu nama yang secara khusus mendapat pujian darinya adalah Nico Paz.

Menurut Moratti, gelandang muda berdarah Argentina tersebut memiliki bakat luar biasa dan layak menjadi target serius Inter Milan.

“Di Italia ada Nico Paz. Dia enak ditonton, benar-benar menyenangkan melihat permainannya. Saya tidak terlalu mengikuti sepak bola internasional secara detail, tetapi Nico Paz menurut saya sangat kuat,” ujar Moratti.

Pernyataan itu semakin memperkuat rumor bahwa Inter memang tengah memantau perkembangan pemain muda tersebut sebagai bagian dari regenerasi skuad jangka panjang.

Selain membahas transfer, Moratti juga mengenang atmosfer ruang ganti Inter di masa kejayaannya.

Ia menyebut para pemain kala itu selalu menunjukkan profesionalisme tinggi dan hubungan antara pemain dengan pelatih berjalan harmonis.

Namun, ia juga mengungkap ada momen ketika situasi ruang ganti sempat memanas.

Baca Juga:Juventus Ngebet Pulangkan Sandro Tonali, Newcastle Pasang Harga SelangitPembelian Bisa Sistem Kredit, AC Milan Tertarik Boyong Ismael Kone

Dalam kondisi tersebut, sosok Walter Samuel disebut menjadi figur penting yang mampu menjaga keseimbangan tim.

“Samuel hampir tidak pernah berbicara. Tetapi suatu ketika ada pelatih yang terlalu menekan tim, dan Samuel mengatakan secara langsung apa yang ia pikirkan. Setelah itu semuanya berjalan baik lagi,” kenang Moratti.

Moratti juga mengungkap sisi lain kehidupan para pemain sebelum pertandingan besar. Menurutnya, tekanan mental yang dialami pemain sering kali tidak terlihat oleh publik.

Ia secara khusus memuji mentalitas Julio Ricardo Cruz yang selalu tampil menentukan di laga sulit.

“Cruz adalah striker yang diinginkan semua tim. Dalam pertandingan yang terasa mustahil dimenangkan, dia bisa mencetak dua atau tiga gol. Itu karena kualitas dan kelasnya,” katanya.

0 Komentar