TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela) mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pemadaman yang berlangsung hingga berjam-jam itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kegiatan ekonomi warga dan pelaku usaha.
Berdasarkan keterangan masyarakat dan PLN ULP Karangnunggal, gangguan listrik yang menyebabkan padamnya aliran listrik di wilayah Tasela diduga dipicu gangguan hewan liar tando atau bajing terbang. Hewan tersebut kerap hinggap di tiang dan kabel listrik sehingga mengganggu jaringan listrik PLN.
Salah seorang warga Desa Sukamaju, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Yeni Sri Wahyuni, mengatakan wilayahnya kerap mengalami pemadaman listrik sejak Mei 2026. Menurut dia, dalam satu pekan listrik bisa padam hingga tiga kali atau lebih dengan durasi cukup lama.
Baca Juga:Meneladani Spirit Pengorbanan dan Kepedulian Sosial di Hari Raya Idul Adha 1447 HDua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota Tasikmalaya
“Sejak Mei ini listrik sering padam. Dalam seminggu bisa tiga kali atau lebih, dan biasanya berlangsung berjam-jam. Bahkan pernah sampai semalaman,” ujar Yeni saat diwawancarai, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan, pemadaman kembali terjadi pada Kamis (28/5/2026) mulai waktu Magrib hingga Isya dan mengganggu berbagai aktivitas warga pada malam hari.
Yeni menilai kondisi tersebut merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik. Sebagai pengusaha konveksi, ia mengaku sering mengalami kerugian karena proses produksi terhenti saat listrik padam.
“Kalau listrik mati, para pegawai tidak bisa bekerja menjahit. Kadang mereka terpaksa berhenti bekerja bahkan pulang karena pemadamannya terlalu lama. Tentu ini menimbulkan kerugian bagi usaha kami,” katanya.
Menurut Yeni, hingga saat ini masyarakat belum memperoleh penjelasan resmi terkait penyebab seringnya pemadaman listrik di wilayah Tasela. Warga hanya mendengar berbagai informasi yang beredar, mulai dari pohon tumbang hingga gangguan hewan tando atau bajing terbang yang diduga mengganggu jaringan listrik.
Meski demikian, ia berharap PLN segera mengambil langkah konkret agar aktivitas masyarakat dan usaha warga dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap PLN bisa menangani persoalan ini dengan baik. Masyarakat jadi lebih tenang beraktivitas dan usaha warga juga tidak terus terganggu akibat listrik yang sering padam,” ujarnya.
