BANJAR, RADARTASIK.ID – Isu dugaan aksi begal yang sempat beredar di masyarakat terkait peristiwa di Lingkungan Sumanding, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, pada Rabu malam (27/5/2026), dipastikan tidak benar.
Polres Banjar menegaskan peristiwa tersebut bukan aksi pembegalan, melainkan perkelahian yang dipicu keributan di lokasi kejadian.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro SIK SH melalui Kasubsi Penmas Si Humas Bripka Apep Maulana Sidik mengatakan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Gerilya, Lingkungan Sumanding, tepatnya di depan Kampus STISIP Bina Putera Banjar.
Baca Juga:Meneladani Spirit Pengorbanan dan Kepedulian Sosial di Hari Raya Idul Adha 1447 HDua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota Tasikmalaya
“Berdasarkan penelusuran, peristiwa bermula di area pangkas rambut terdapat dua orang anak bersama bapak-bapak diduga dalam pengaruh minuman beralkohol membuat keributan dan mengganggu situasi di TKP,” ucapnya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Apep, pemilik pangkas rambut sempat menegur dan memperingatkan agar keributan dihentikan serta meminta mereka segera pulang. Namun, teguran tersebut justru memicu adu mulut hingga berujung perkelahian yang menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.
Sekitar pukul 00.30 WIB, dua orang yang diduga mengonsumsi minuman beralkohol itu mendatangi Polsek Banjar dengan mengaku menjadi korban pengeroyokan.
“Meski dalam kondisi dipengaruhi alkohol, petugas piket tetap memberikan pelayanan secara humanis dan profesional,” terangnya.
Petugas kemudian membawa keduanya ke RSU Kota Banjar untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialami. Setelah itu, polisi langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, mengumpulkan informasi, serta meminta keterangan dari sejumlah pihak.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan adanya aksi begal seperti informasi yang sempat beredar di masyarakat. Polisi memastikan peristiwa tersebut murni perkelahian, bukan pembegalan.
“Kami ingin meluruskan informasi terkait adanya aksi begal di TKP tidak benar adanya alias hoaks,” ujarnya.
Baca Juga:Foto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!Drama Muscab PPP yang Melelahkan Itu Pun Berakhir
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa sebelum dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu penyebaran hoaks.
Sementara itu, kasus perkelahian tersebut saat ini masih dalam penanganan dan proses penyelidikan pihak kepolisian.(Anto Sugiarto)
