TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Akhirnya sampai juga di ujung cerita. Cerita panjang yang melelahkan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya itu kini mulai menemukan titik tenang.
Partai berlambang Kakbah yang selama beberapa bulan terakhir dipenuhi dinamika, tarik menarik kepentingan, lobi senyap hingga negosiasi panjang, akhirnya resmi memiliki nahkoda baru.
Hari ini, DPP PPP dijadwalkan menyerahkan Surat Keputusan (SK) resmi kepengurusan baru di kantor DPC PPP Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Doktor Politik!MAN 1 Tasikmalaya Mulai Bangun Gedung Laboratorium dan Perpustakaan SBSN 2026
SK itu bukan sekadar kertas organisasi. Ia adalah akhir dari pertarungan panjang. Sekaligus awal dari pekerjaan yang jauh lebih berat.
Di PPP Kota Tasikmalaya, Muscab kali ini tidak berjalan biasa. Terlalu banyak dinamika. Terlalu banyak kepentingan yang bertemu dalam satu ruang.
Bahkan forum Muscab sampai harus berlangsung dua kali. Tidak hanya di Kota Tasikmalaya, tetapi juga berlanjut hingga tingkat Jawa Barat.
Situasinya sempat membuat PPP seperti rumah besar yang gaduh. Telepon berjalan tanpa henti. Pertemuan dilakukan diam-diam. Lobi bergerak sampai malam.
Semua saling menghitung peluang.
Ada yang ingin mempertahankan pengaruh. Ada yang ingin mengambil momentum.
Ada pula yang sekadar ingin memastikan dirinya tetap berada di lingkar utama partai. Mungkin inilah Muscab paling alot sepanjang sejarah PPP Kota Tasikmalaya.
PPP bukan partai kecil di Tasikmalaya. Partai hijau tua itu punya sejarah panjang. Pernah menjadi kekuatan besar selama bertahun-tahun. Baik di legislatif maupun eksekutif.
Ada masa ketika PPP begitu dominan.
Kader-kadernya duduk di kursi penting.
Suara politiknya diperhitungkan. Namun waktu berubah. Peta politik bergeser.
Generasi pemilih berubah. Cara partai bekerja juga tidak bisa lagi sama seperti dulu.
Baca Juga:Kemana Larinya PAD Karang Resik Kota Tasikmalaya?Cara Wali Kota Menenangkan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!
PPP sadar satu hal: nostalgia saja tidak cukup untuk memenangkan masa depan. Karena itu, pergantian kepemimpinan kali ini terasa penting. Bukan sekadar mengganti nama ketua. Tapi mencari energi baru untuk membangkitkan kembali partai.
Setelah berbagai strategi dimainkan, berbagai komunikasi dilakukan, dan berbagai kepentingan dinegosiasikan, akhirnya semua bertemu di satu titik.
PPP Kota Tasikmalaya kini resmi memiliki formasi baru. Ketua. Sekretaris. Dan bendahara baru. Meski prosesnya panjang dan penuh tensi, banyak kader berharap kepengurusan baru ini bisa menjadi titik rekonsiliasi.
