RADARTASIK.ID – AC Milan sibuk menyusun kekuatan baru dan mulai membidik sektor lini tengah dengan memasukkan nama Ismaël Koné ke dalam daftar target transfer utama.
Gelandang asal Kanada milik Sassuolo itu tampil impresif sepanjang musim dan berhasil menarik perhatian banyak klub besar Eropa.
Media Italia Calciomercato juga meyakini Milan menjadi salah satu tim yang paling serius memantau perkembangannya.
Baca Juga:Fans AC Milan Usir Furlani: Tuding Manajemen Jadikan Klub Alat Cari KeuntunganLautaro Martinez: Chivu Tak Membuang Taktik yang Dibangun Simone Inzaghi
Menurut laporan jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano, ketertarikan Milan terhadap Koné sangat kuat.
Pemain kelahiran 2002 tersebut memiliki klausul pelepasan sebesar €35 juta atau sekitar Rp595 miliar yang berlaku hingga akhir Juli.
Nilai tersebut tentu tidak kecil bagi Milan yang tetap berhati-hati dalam menjaga keseimbangan finansial klub.
Karena itu, Rossoneri sedang mencari cara agar transfer Koné bisa dilakukan dengan sistem pembayaran bertahap alias kredit.
Milan berharap Sassuolo bersedia membuka negosiasi untuk pembayaran dalam beberapa musim.
Sayangnya, situasi bisa berubah drastis apabila Koné tampil gemilang bersama timnas Kanada di Piala Dunia mendatang.
Jika performanya meledak di turnamen tersebut, Sassuolo diyakini akan meminta pembayaran klausul secara penuh dalam satu kali transaksi, kondisi yang mempersulit bagi Milan.
Baca Juga:Rocchi Dituduh Atur Wasit yang Untungkan Inter Saat Hadapi AC MilanDaftar Striker Haus Gol Incaran AC Milan: Dari Vlahovic Hingga Jean-Philippe Mateta
Meski rumor transfer terus berkembang, Koné sendiri mengaku masih fokus menyelesaikan tugasnya bersama Sassuolo dan belum memikirkan secara serius klub mana yang akan dibelanya musim depan.
“Sejujurnya saya belum tahu akan bermain di mana musim depan. Saya fokus pada apa yang harus saya lakukan sekarang,” ujar Koné kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya bahagia di Sassuolo dan menghargai kepercayaan klub. Setelah itu akan ada Piala Dunia,” lanjutnya.
Musim ini memang menjadi titik penting dalam perkembangan karier Koné. Gelandang Kanada tersebut tampil semakin matang, baik secara teknis maupun mental.
Ia mengaku banyak belajar di Sassuolo, termasuk mengubah gaya hidup dan pendekatan terhadap sepak bola profesional.
“Saya sadar harus mengubah cara saya bermain dan juga cara hidup saya di luar lapangan,” katanya.
