Fans AC Milan Usir Furlani: Tuding Manajemen Jadikan Klub Alat Cari Keuntungan

Giorgio Furlani
Giorgio Furlani Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Gelombang protes suporter AC Milan terhadap manajemen klub semakin membesar.

Kali ini, ribuan fans Rossoneri menuntut pengunduran diri CEO klub, Giorgio Furlani, karena dianggap gagal menjaga identitas dan ambisi olahraga Milan.

Aksi protes tersebut dilakukan secara damai melalui petisi online yang dalam waktu singkat langsung mendapat dukungan besar dari para tifosi.

Baca Juga:Lautaro Martinez: Chivu Tak Membuang Taktik yang Dibangun Simone InzaghiRocchi Dituduh Atur Wasit yang Untungkan Inter Saat Hadapi AC Milan

Petisi yang awalnya menyebar di media sosial pada Rabu pagi itu kini telah mengumpulkan lebih dari 20 ribu tanda tangan terverifikasi melalui platform Change.org.

Besarnya dukungan menunjukkan meningkatnya kekecewaan fans terhadap arah kebijakan klub dalam beberapa musim terakhir.

Banyak pendukung Milan menilai manajemen terlalu fokus pada keuntungan finansial dan melupakan identitas klub sebagai tim besar yang seharusnya selalu bersaing memperebutkan gelar.

Dalam isi petisi, para suporter secara terbuka menyebut kepemimpinan Giorgio Furlani sebagai salah satu hambatan utama bagi perkembangan olahraga dan identitas AC Milan.

“Milan saat ini dikelola dengan pendekatan yang terlalu berorientasi pada logika finansial, di mana sektor olahraga selalu ditempatkan di bawah kepentingan neraca keuangan,” demikian isi petisi tersebut.

Menurut para fans, pendekatan tersebut membuat Milan perlahan kehilangan visi kompetitifnya. Klub yang dahulu dikenal penuh ambisi kini dianggap tidak memiliki arah olahraga yang jelas.

Tak hanya mengkritik strategi bisnis klub, para tifosi juga menyoroti gaya kepemimpinan Furlani.

Baca Juga:Daftar Striker Haus Gol Incaran AC Milan: Dari Vlahovic Hingga Jean-Philippe MatetaRuang Ganti Real Madrid Kacau Balau: Valverde Masuk Rumah Sakit Usai Ribut dengan Tchouameni

Ia dinilai menjalankan manajemen secara tertutup, terlalu sentralistis, dan minim komunikasi internal.

“Keputusan strategis sering diambil dari atas tanpa melibatkan orang-orang teknis yang memahami sepak bola,” tulis petisi itu lagi.

Akibatnya, banyak kebijakan klub dianggap tidak konsisten dan justru merusak kredibilitas Milan di mata publik maupun pendukung sendiri.

Kritik lain yang cukup tajam menyasar cara Furlani membangun hubungan dengan lingkungan klub.

Para fans menilai sosok CEO Milan tersebut terlalu dingin dan jauh dari emosi para pendukung.

“Dia dianggap tidak mampu mewakili klub di momen-momen penting dan tidak memiliki empati terhadap lingkungan Milan,” bunyi isi petisi.

0 Komentar