Kondisi itu disebut memperbesar jarak antara manajemen dan basis suporter. Hubungan yang sebelumnya kuat kini dinilai mulai retak akibat komunikasi yang buruk dan keputusan-keputusan kontroversial.
Para pendukung Milan juga khawatir klub perlahan kehilangan daya tarik dan identitas besarnya jika terus dikelola dengan pendekatan bisnis semata.
“Milan berisiko mengalami penurunan ambisi secara bertahap. Kombinasi antara teknokrasi manajemen, lemahnya kepemimpinan olahraga, dan kurangnya visi bisa merusak daya saing klub dalam jangka menengah dan panjang,” tulis petisi tersebut.
Baca Juga:Lautaro Martinez: Chivu Tak Membuang Taktik yang Dibangun Simone InzaghiRocchi Dituduh Atur Wasit yang Untungkan Inter Saat Hadapi AC Milan
Karena itu, para fans mendesak adanya perubahan segera di jajaran petinggi klub.
“Keberadaan Giorgio Furlani di posisi saat ini tidak lagi berkelanjutan. Kepemimpinannya dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan kebangkitan olahraga dan nilai-nilai sejarah AC Milan,” lanjut isi petisi.
Gerakan ini dipelopori oleh seorang suporter yang menggunakan nama Dismo Dismo di dunia maya.
Ia memanfaatkan platform Change.org untuk mengajak sesama tifosi mendukung tuntutan pemecatan Furlani dari jabatannya sebagai CEO Milan.
Petisi tersebut juga dilengkapi foto Furlani dengan tulisan merah besar bertuliskan “Fuera” atau “Keluar”, yang menjadi simbol tuntutan agar sang CEO segera meninggalkan klub.
Lebih dari 20 ribu tanda tangan yang telah terkumpul membuat petisi tersebut semakin viral dan mendapat perhatian luas di Italia.
Jumlah itu juga memungkinkan dokumen resmi dikirim langsung kepada pemilik klub, Gerry Cardinale, sebagai pengambil keputusan utama di Milan.
Baca Juga:Daftar Striker Haus Gol Incaran AC Milan: Dari Vlahovic Hingga Jean-Philippe MatetaRuang Ganti Real Madrid Kacau Balau: Valverde Masuk Rumah Sakit Usai Ribut dengan Tchouameni
Di sisi lain, kelompok ultras dan organisasi suporter Milan disebut masih menyiapkan aksi protes yang lebih besar.
Demonstrasi bergaya “old school” diperkirakan akan terjadi menjelang laga melawan Atalanta di San Siro akhir pekan nanti.
Kemarahan fans memang terus meningkat seiring performa Milan yang dianggap tidak stabil dalam beberapa musim terakhir.
Banyak pendukung kecewa karena klub dinilai terlalu sering menjual pemain penting, mengurangi investasi besar di sektor olahraga, dan lebih fokus menjaga stabilitas finansial.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Giorgio Furlani maupun manajemen Milan terkait petisi tersebut.
