2. Proyek Xabi Alonso Gagal Total
Faktor kedua adalah kegagalan proyek yang dibangun bersama Xabi Alonso.
Pada awal musim, Madrid memulai era baru dengan menunjuk Alonso sebagai pelatih utama.
Mantan gelandang Los Blancos itu dipilih karena keberhasilannya bersama Bayer Leverkusen dan dianggap cocok memimpin regenerasi skuad muda Madrid.
Namun proyek tersebut runtuh hanya dalam tujuh bulan.
Kekalahan di Piala Super Spanyol melawan Barcelona menjadi titik balik yang mempercepat kejatuhan Alonso.
Baca Juga:Pertama dalam Sejarah, Barcelona Raih Gelar Liga Spanyol dengan Mengalahkan Real MadridMengapa AC Milan yang Lolos ke Liga Champions Jika Punya Poin yang Sama dengan AS Roma dan Como
Di balik hasil buruk di lapangan, muncul pula berbagai ketegangan antara sang pelatih dengan pemain-pemain senior Madrid.
Media Spanyol melaporkan Alonso mengalami hubungan yang rumit dengan Vinicius Junior dan Mbappe.
Keputusan Alonso mengganti pelatih kebugaran legendaris Antonio Pintus juga menjadi sorotan besar. Ia memilih membawa staf kepercayaannya sendiri, tetapi hasilnya justru buruk.
Madrid mengalami total 23 cedera sepanjang musim, memaksa klub akhirnya memanggil kembali Pintus untuk memperbaiki kondisi fisik skuad.
Kondisi tersebut membuat manajemen kehilangan kepercayaan kepada Alonso hingga akhirnya ia memutuskan mundur lebih cepat dari rencana awal.
3. Arbeloa Gagal Mengembalikan Stabilitas
Setelah kepergian Alonso, Madrid mempromosikan Arbeloa dari Castilla dengan harapan mantan bek kanan itu mampu mengembalikan ketenangan di ruang ganti.
Namun situasi ternyata tidak membaik. Kekalahan demi kekalahan terus datang, performa tim tetap inkonsisten, dan konflik internal belum benar-benar selesai.
Baca Juga:Curva Sud Tuding Furlani Hancurkan Tim Scudetto AC Milan: Mereka Menginjak-injak Sejarah MilanProtes Curva Sud AC Milan di San Siro: Usir Furlani dan Nyanyikan Lagu untuk Paolo Maldini
El Clasico menjadi bukti paling nyata. Madrid tampil tanpa energi, tanpa ide permainan, dan tanpa mental juara.
Kini manajemen Madrid dikabarkan kembali mempertimbangkan pergantian pelatih pada musim panas nanti.
Nama yang paling sering dikaitkan adalah Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu disebut sudah melakukan komunikasi awal dengan pihak klub dan membuka peluang untuk kembali ke Santiago Bernabeu.
Bagi Madrid, musim ini bukan sekadar kegagalan kehilangan gelar. Ini adalah musim yang memperlihatkan retaknya fondasi klub, mulai dari ruang ganti, manajemen tim, hingga arah proyek olahraga mereka.
Dan yang membuat semuanya terasa lebih menyakitkan adalah fakta bahwa Barcelona bangkit dan merebut tahta tepat di saat Real Madrid sedang mengalami salah satu periode terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir.
