RADARTASIK.ID – Situasi AC Milan semakin memanas setelah kekalahan dramatis 2-3 dari Atalanta membuat posisi mereka dalam perebutan tiket Liga Champions kembali terancam.
Sehari setelah kekalahan tersebut, manajemen Milan langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat darurat di Casa Milan.
Pertemuan itu dipimpin langsung oleh CEO klub, Giorgio Furlani, di tengah gelombang protes keras dari para suporter Rossoneri.
Baca Juga:Gianluca Minchiotti: Juventus Punya Jadwal Paling Buruk dalam Perebutan Tiket Liga ChampionsCassano Minta Fabregas Tinggalkan Italia: Serie A Tak Layak Untuknya
Atmosfer di sekitar Milan memang sedang sangat tegang. Kekalahan dari Atalanta bukan hanya memperburuk posisi di klasemen, tetapi juga memperbesar kemungkinan Milan gagal tampil di Liga Champions musim depan.
Ancaman itu menjadi masalah serius karena akan berdampak besar terhadap proyek olahraga dan kondisi finansial klub.
Menurut laporan Sky Sport, rapat di Casa Milan menjadi momen penting untuk menentukan langkah klub pada sisa musim ini.
Meski tekanan terhadap manajemen terus meningkat, Furlani disebut tidak berniat melakukan perubahan besar secara mendadak.
Manajemen Milan justru mengambil sikap berbeda.
Dalam pertemuan tersebut, pesan yang disampaikan sangat jelas: tidak ada pergantian arah, seluruh elemen klub harus tetap kompak, dan semua pihak wajib bergerak menuju tujuan yang sama sampai tiket Liga Champions berhasil diamankan.
“Tidak ada perubahan, semua harus bersatu dan mendayung ke arah yang sama,” menjadi garis besar hasil pertemuan tersebut menurut laporan Calciomercato.
Keputusan itu menunjukkan bahwa Milan belum ingin mengambil langkah ekstrem meski situasi semakin sulit.
Baca Juga:Claudio Ranieri Tertarik Tukangi Timnas Italia: Buka Peluang Duet dengan AllegriSandro Sabatini: Napoli Conte Punya Mimpi Buruk yang Sama dengan AC Milan Allegri
Klub masih percaya bahwa musim ini bisa diselamatkan dalam dua pertandingan terakhir Serie A.
Menariknya, dalam rapat penting itu hadir pula direktur olahraga Igli Tare bersama sejumlah staf internal klub.
Namun satu nama besar justru tidak disebut hadir, yakni pelatih Massimiliano Allegri.
Absennya Allegri langsung memicu spekulasi baru di media Italia mengenai posisinya di klub.
Apalagi sang pelatih sedang berada dalam tekanan berat setelah performa Milan terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Rossoneri kini hanya meraih sedikit kemenangan dalam periode krusial akhir musim.
Penampilan inkonsisten membuat Milan yang sempat nyaman di zona Liga Champions kini harus bertarung sengit hingga pekan terakhir.
