RADARTASIK.ID – Keberhasilan Inter Milan meraih gelar juara Serie A ke-21 tidak lepas dari kontribusi kolektif seluruh elemen tim.
Dari pelatih hingga pemain, semuanya memainkan peran penting dalam perjalanan panjang yang penuh tantangan menuju Scudetto.
Musim scudetto Inter jelas tidak dimulai dengan mulus diamana anak asuh Cristian Chivu sempat mengalami masalah keseimbangan dan adaptasi taktik.
Baca Juga:10 Laga Kunci Scudetto Inter Milan: Kekalahan 3-1 dari Napoli Jadi Ajang KebangkitanIgli Tare: Presiden Lazio Selalu Tertidur saat Lakukan Negosiasi, Bangun Ketika Bicara Soal Uang
Namun seiring berjalannya waktu, Nerazzurri berhasil menemukan kembali ritme permainan serta kepercayaan diri, hingga akhirnya melaju konsisten di puncak klasemen.
Dilansir dari Calciomercato, berikut rapor pemain dan pelatih Inter dalam musim yang berujung manis tersebut:
Kiper
Yann Sommer (5,5) menjadi sorotan meski tim meraih gelar. Penampilannya kerap diwarnai kesalahan krusial, termasuk dalam derby yang berujung kekalahan.
Sementara itu, Josep Martinez (6) tampil solid saat diberi kesempatan, meski hanya mendapat menit bermain terbatas.
Lini Belakang
Francesco Acerbi (6) mengalami musim yang naik turun setelah perubahan sistem di era Chivu.
Stefan de Vrij (6,5) justru tampil efektif meski jarang dimainkan dan nama yang menonjol adalah Yann Bisseck (7) yang menunjukkan perkembangan pesat, serta Carlos Augusto (6,5) yang tetap konsisten.
Sementara Alessandro Bastoni (6,5) mengalami penurunan performa di paruh kedua musim akibat cedera.
Baca Juga:AC Milan Bakal Jadikan Toulouse Laboratorium Pemain Muda: Ikuti Jejak City dan ChelseaSiap Beri Diskon untuk AC Milan, Agen Mateta Muncul di San Siro
Gelandang
Di lini tengah, Federico Dimarco (9) tampil luar biasa dan menjadi salah satu motor serangan Inter.
Hakan Calhanoglu (9) juga berperan vital sebagai pengatur tempo sekaligus pencetak gol penting.
Piotr Zielinski (8,5) menjadi kejutan positif dengan kontribusi signifikan, sementara Nicolo Barella (7) menunjukkan energi tak kenal lelah sepanjang musim.
Sebaliknya, Davide Frattesi (5,5) gagal memberikan dampak berarti.
Penyerang
Di lini depan, Marcus Thuram (8,5) menjadi sosok penting terutama saat tim kehilangan ketajaman. Ia tampil konsisten di momen krusial.
Kapten tim Lautaro Martinez (9) kembali membuktikan diri sebagai pemain kunci dengan kontribusi gol dan kepemimpinan di lapangan.
Nama lain seperti Francesco Pio Esposito (7) dan Ange-Yoan Bonny (6,5) juga memberikan warna dalam rotasi tim.
Pelatih
Peran terbesar tentu datang dari Cristian Chivu yang mendapat nilai sempurna (10).
Di tengah tekanan besar dan ekspektasi tinggi, ia mampu mengelola tim dengan pendekatan fleksibel: sebagai pelatih, pemimpin, sekaligus figur yang menjaga keharmonisan ruang ganti.
