RADARTASIK.ID – Sosok Igli Tare dikenal sebagai salah satu direktur olahraga paling berpengaruh di Italia dalam satu dekade terakhir.
Kiprahnya bersama Lazio tidak hanya menghadirkan stabilitas, tetapi juga deretan transfer cerdas yang membentuk identitas klub.
Kini, dalam wawancara panjang bersama DAZN, Tare membagikan kisah unik di balik layar, termasuk pengalaman tak biasa saat bernegosiasi dengan presiden klub, Claudio Lotito.
Baca Juga:Siap Beri Diskon untuk AC Milan, Agen Mateta Muncul di San SiroPemainnya Terlalu Lembek dalam Duel Bola Mati, Brighton Rekrut Petarung MMA
Dalam ceritanya, Tare mengungkap sisi eksentrik Lotito yang jarang diketahui publik dan mengakui sang presiden kerap “tertidur” di tengah proses negosiasi yang berlangsung alot.
“Terkadang, saat kami sedang bernegosiasi, saya tahu kapan dia akan tertidur di depan semua orang. Ketika pihak lain berbicara panjang lebar, dia bisa saja terlelap. Saya biarkan saja situasi itu berjalan,” ungkap Tare.
Namun yang menarik, momen “tidur” itu justru berubah drastis ketika pembicaraan memasuki tahap krusial, yakni soal angka dan nilai kontrak.
“Begitu masuk ke pembahasan angka, agen akan bertanya apakah kami lanjut. Saya bilang lanjut. Lalu mereka menyebut angka, misalnya satu juta euro. Tiba-tiba Lotito langsung terbangun dan berkata, ‘Bukan satu juta!’,” lanjutnya.
Menurut Tare, cara kerja Lotito memang unik, bahkan cenderung sulit ditebak.
Ia menyebut presiden Lazio itu memiliki dua sisi kepribadian: satu sangat brilian dalam membaca situasi, dan satu lagi terlihat santai bahkan terkesan tidak fokus.
“Dia punya kemampuan melakukan banyak hal sekaligus. Orang-orang mungkin tidak benar-benar memahami karakter aslinya,” ujar Tare.
Baca Juga:Venezia Kembali ke Serie A, Pisa dan Verona Terjun ke Serie BBarcelona Belum Punya Cukup Dana untuk Boyong Bastoni
Di balik gaya negosiasi yang nyentrik itu, Tare dan Lotito justru berhasil membangun Lazio dengan strategi transfer yang efisien namun efektif.
Selama masa jabatannya, Tare dikenal piawai menemukan pemain berkualitas dengan harga terjangkau, yang kemudian berkembang menjadi bintang.
Salah satu contoh paling sukses adalah perekrutan Sergej Milinkovic-Savic dari Genk pada 2015.
Gelandang asal Serbia itu dibeli dengan harga relatif murah dan menjelma menjadi ikon lini tengah Lazio selama bertahun-tahun.
Selain itu, Tare juga membawa Ciro Immobile pada 2016, yang kemudian menjadi mesin gol utama klub dan salah satu striker paling produktif dalam sejarah Serie A modern.
