Pemainnya Terlalu Lembek dalam Duel Bola Mati, Brighton Rekrut Petarung MMA

Christian Eckerlin
Christian Eckerlin Foto: Tangkapan layar Instagram@christianeckerlin
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Langkah tak biasa diambil Brighton & Hove Albion dalam upaya memperbaiki performa tim, khususnya dalam situasi bola mati.

Klub Liga Inggris tersebut secara resmi mengadopsi pendekatan lintas olahraga dengan merekrut seorang petarung seni bela diri campuran (MMA) ke dalam staf pelatih mereka.

Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh manajer Brighton, Fabian Hurzeler, yang menilai timnya masih memiliki kelemahan signifikan dalam duel fisik, terutama saat menghadapi sepak pojok dan situasi bola mati lainnya.

Baca Juga:Venezia Kembali ke Serie A, Pisa dan Verona Terjun ke Serie BBarcelona Belum Punya Cukup Dana untuk Boyong Bastoni

Dalam pernyataannya, Hurzeler secara jujur mengakui bahwa anak asuhnya tampil “terlalu lunak” ketika harus berduel di kotak penalti.

Hal ini mendorongnya untuk mencari solusi alternatif yang tidak biasa, yakni dengan memasukkan elemen teknik dari dunia MMA ke dalam metode latihan sepak bola.

Sosok yang direkrut tersebut adalah Christian Eckerlin, petarung asal Jerman berusia 39 tahun yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pertarungan satu lawan satu.

Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam meningkatkan agresivitas, keseimbangan tubuh, serta teknik duel pemain Brighton.

Menurut laporan yang disiarkan oleh BBC Radio, kerja sama ini telah berjalan selama beberapa bulan terakhir.

Hurzeler menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan taktik modern di Premier League.

“Kami banyak berdiskusi tentang bola mati, duel di dalam kotak penalti, dan tren baru di liga. Karena itu, kami mencoba mencari pendekatan berbeda untuk meningkatkan kualitas tim,” ujar Hurzeler.

Baca Juga:La Gazzetta: Inter Terseret Kasus Wasit Rocchi, Terancam Sanksi Pengurangan PoinSpalletti Kontak Langsung Bernardo Silva: Juventus Tawarkan Gaji €7 Rp119 Miliar Plus Bonus

Ia menekankan bahwa dalam situasi tertentu, pemain harus memiliki ketangguhan ekstra untuk memenangkan duel individu.

Dalam konteks ini, teknik dari MMA dinilai relevan, terutama dalam hal positioning, penggunaan tubuh, serta kemampuan membaca gerakan lawan.

“Dalam olahraga seperti MMA, Anda selalu berada dalam duel satu lawan satu. Anda harus menemukan cara untuk mengalahkan lawan dalam berbagai situasi. Kami mencoba mengambil inspirasi dari sana,” tambahnya.

Pendekatan ini memang tergolong revolusioner. Selama ini, integrasi antar cabang olahraga lebih banyak terjadi dalam aspek analisis data, nutrisi, atau kebugaran.

0 Komentar