RADARTASIK.ID – Upaya AC Milan membangun kembali struktur olahraga klub kembali menemui hambatan.
Di saat pemilik klub Gerry Cardinale berusaha mempercepat proses penunjukan direktur teknik dan pelatih baru, negosiasi dengan Ralf Rangnick justru dikabarkan mengalami kebuntuan.
Media Italia melaporkan bahwa pembicaraan antara Rossoneri dan mantan arsitek proyek Red Bull itu praktis terhenti dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:AC Milan Terancam Kembali ke Titik Nol, Enzo Bucchioni Minta Ibrahimovic Dilarang Masuk MilanelloNico Paz Ogah Pulang ke Real Madrid: Ingin Menikmati Mimpi Liga Champions Bersama Como
Padahal sebelumnya Rangnick disebut sebagai kandidat utama untuk memimpin revolusi besar yang direncanakan manajemen setelah musim 2025/2026 yang berakhir mengecewakan.
Sudah 18 hari berlalu sejak RedBird Capital melakukan perombakan besar-besaran di tubuh klub.
Sejumlah petinggi diberhentikan, struktur organisasi dirombak, dan pencarian figur baru untuk memimpin proyek olahraga langsung dimulai.
Sejak saat itu, Gerry Cardinale terlibat langsung dalam berbagai pertemuan dan rapat virtual guna mencari sosok yang dianggap mampu mengembalikan AC Milan ke jalur persaingan papan atas Italia dan Eropa.
Nama Ralf Rangnick muncul sebagai kandidat favorit.
Tokoh sepak bola Jerman yang dijuluki “Sang Profesor” itu dikenal luas sebagai otak di balik kesuksesan model pengembangan sepak bola Red Bull yang menghasilkan klub-klub kompetitif seperti RB Leipzig dan Red Bull Salzburg.
Cardinale bahkan dilaporkan telah melakukan dua pertemuan penting dengan Rangnick di Wina.
Dalam kesempatan tersebut, pria asal Jerman itu mempresentasikan visinya mengenai pengelolaan menyeluruh seluruh sektor olahraga klub, mulai dari tim utama hingga akademi.
Baca Juga:Allegri Pernah Minta AC Milan Tukar Fofana dengan FrattesiAlvaro Morata: Saya Mabuk Berat Saat Dikenalkan Sebagai Pemain Baru AC Milan
Namun, di balik optimisme awal tersebut, muncul persoalan yang membuat negosiasi berjalan tersendat.
Menurut laporan dari Italia, hambatan terbesar bukan datang dari Gerry Cardinale, melainkan dari Zlatan Ibrahimovic.
Dalam beberapa bulan terakhir, peran Ibrahimovic di Milan memang menjadi perdebatan.
Secara resmi ia berstatus sebagai penasihat senior klub dan perwakilan RedBird Capital.
Tapi, dalam praktiknya, mantan striker asal Swedia itu disebut memiliki pengaruh yang sangat besar dalam berbagai keputusan strategis.
Kehadirannya dalam hampir seluruh rapat penting membuat banyak pihak menilai Ibrahimovic merupakan salah satu figur paling berkuasa di balik layar Rossoneri saat ini.
Justru di sinilah persoalan muncul. Rangnick disebut meminta kewenangan penuh dalam mengelola seluruh sektor olahraga klub apabila menerima tawaran Milan.
