RADARTASIK.ID – Karier Álvaro Morata bersama AC Milan hanya berlangsung singkat dan tidak meninggalkan kesan bagi para penggemar.
Didatangkan dari Atlético Madrid pada musim panas 2024, penyerang asal Spanyol itu hanya bertahan selama enam bulan sebelum akhirnya meninggalkan San Siro dan bergabung dengan Galatasaray SK pada Februari 2025.
Kini, Morata mengungkap cerita mengejutkan mengenai periode tersebut.
Dalam wawancara di podcast El Camino de Mario bersama mantan gelandang Spanyol Mario Suárez, ia mengaku datang ke acara perkenalannya sebagai pemain Milan dalam kondisi yang jauh dari ideal.
Baca Juga:Tim Favorit Pemenang Piala Dunia 2026 Versi Zanetti: Perancis Kandidat Terkuat, Maroko Kuda HitamInter Milan Sudah Hasilkan Dana Rp600 Miliar dari Bursa Transfer
Menurut Morata, saat itu dirinya masih berada di bawah pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengatasi masalah kesehatan dan tekanan mental yang sedang dialaminya.
“Saya datang ke acara presentasi sebagai pemain Milan dalam kondisi berada di bawah pengaruh obat-obatan. Saya bahkan tidak benar-benar tahu apa yang sedang saya lakukan saat itu. Padahal jelas, Milan adalah klub yang sangat besar,” ungkap Morata.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik sepak bola Eropa karena menggambarkan betapa berat kondisi yang sedang dialami sang striker ketika memutuskan meninggalkan Atletico Madrid.
Morata direkrut Milan pada Juli 2024 dengan nilai transfer sekitar 13 juta euro atau sekitar Rp260 miliar (kurs Rp20.000 per euro).
Saat itu kedatangannya disambut antusias oleh pendukung Rossoneri.
Pengalaman panjang di level tertinggi Eropa bersama klub-klub besar seperti Real Madrid, Juventus, Chelsea, Atletico Madrid, dan Timnas Spanyol membuatnya dianggap sebagai solusi untuk lini depan Milan.
Namun kenyataannya jauh dari ekspektasi.
Sepanjang paruh pertama musim 2024/2025, Morata hanya mencatatkan 25 penampilan di semua kompetisi dengan torehan enam gol dan dua assist.
Di Serie A, ia bermain dalam 16 pertandingan dan mencetak lima gol. Sementara di Liga Champions, ia tampil tujuh kali dengan sumbangan satu gol dan dua assist.
Baca Juga:Damien Comolli Hengkang, Rencana Juventus Datangkan Sorloth dan Kolo Muani Bisa BerantakanSiapa Julian Quinones? Pencetak Gol Perdana di Piala Dunia 2026 yang Lebih Tajam dari Ronaldo
Meski statistik tersebut tidak buruk, Morata merasa dirinya tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari klub.
Situasi semakin sulit ketika muncul kabar bahwa Milan sedang mencari penyerang baru untuk memperkuat lini depan.
