RADARTASIK.ID— Setelah lama tenggelam dari percakapan publik digital, Friendster—platform media sosial yang pernah menjadi primadona pada awal 2000-an sebelum dominasi Facebook—kini kembali hadir dengan wajah baru.
Jejaring sosial legendaris itu resmi diluncurkan ulang dalam bentuk aplikasi dan sudah dapat diakses oleh pengguna iPhone.
Kebangkitan Friendster tak lepas dari tangan programmer asal Philadelphia, Mike Carson, yang mengakuisisi domain sekaligus mengamankan merek dagang Friendster sejak tahun lalu.
Baca Juga:Jalan Persib Menuju 5 Final Perburuan Juara: Terjal Tapi Masih Sangat Besar TercapaiLangkah Indonesia Terhenti di Fase Grup, Catatan Kelam di Panggung Thomas Cup 2026
Melalui unggahan blog pada 27 April 2026, Carson mengungkapkan bahwa langkah tersebut menjadi awal dari upayanya menghidupkan kembali platform yang pernah memiliki basis pengguna besar di seluruh dunia itu.
Hasil penelusuran per 29 April 2026 menunjukkan aplikasi Friendster versi terbaru sudah tersedia di App Store dan dapat digunakan oleh pengguna berusia minimal 13 tahun.
Aplikasi besutan Friendster Labs Inc. itu berukuran relatif ringan, hanya 5,9 MB, dan dalam waktu singkat berhasil menembus posisi ke-52 dalam kategori jejaring sosial di toko aplikasi milik Apple tersebut.
Carson bukan nama baru di industri digital. Ia dikenal membangun karier lewat bisnis software-as-a-service (SaaS) independen, termasuk melalui Park.io, situs layanan pemesanan domain, serta aktif berinvestasi di pasar domain digital.
Jejak pengalamannya itulah yang kemudian membawanya pada peluang mengakuisisi Friendster.
Dalam blognya, Carson menceritakan bahwa ketertarikannya bermula saat mengetahui domain Friendster kembali aktif pada Oktober 2023, setelah sekitar delapan tahun tidak digunakan.
Rasa penasaran mendorongnya menelusuri data kepemilikan domain melalui layanan WHOIS.
“Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io, dan bahwa saya pernah berkorespondensi dengannya sebelumnya melalui email,” ujar Carson dikutip dari harian.disway.id.
Dari sana, ia menyadari bahwa pemilik domain tersebut merupakan salah satu pelanggan Park.io dan pernah berkomunikasi dengannya melalui surat elektronik.
Penelusuran itu kemudian membuka jalan menuju negosiasi.
Baca Juga:Keras, Suara DPR ke Manajemen PT KAI: Keselamatan Publik Adalah Prioritas Utama, Tak Boleh Ada Kompromi 8 Perjalanan Kereta dari Jakarta Dibatalkan, PT KAI Minta Maaf karena Masih Normalisasi Operasional
Carson mengetahui domain Friendster sebelumnya dibeli dengan nilai di bawah US$8.000 dan selama ini hanya dimanfaatkan untuk menampilkan iklan.
