RADARTASIK.ID— Tim bulu tangkis putra Indonesia harus menelan pil pahit di ajang Thomas Cup 2026 setelah gagal melangkah ke babak perempat final.
Kepastian itu datang usai skuad Merah Putih takluk 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D, hasil yang sekaligus menutup perjalanan Indonesia lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kegagalan ini menjadi noda dalam sejarah panjang bulu tangkis Indonesia.
Untuk pertama kalinya sejak mengikuti Thomas Cup, Indonesia tidak mampu menembus fase gugur.
Baca Juga:Keras, Suara DPR ke Manajemen PT KAI: Keselamatan Publik Adalah Prioritas Utama, Tak Boleh Ada Kompromi 8 Perjalanan Kereta dari Jakarta Dibatalkan, PT KAI Minta Maaf karena Masih Normalisasi Operasional
Catatan tersebut terasa kontras mengingat Indonesia selama ini dikenal sebagai penguasa turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia dengan koleksi 14 gelar juara—terbanyak sepanjang sejarah, melampaui China yang mengoleksi 11 gelar dan Malaysia dengan lima gelar.
Dominasi Indonesia di Thomas Cup telah terukir sejak era 1950-an dan berlanjut lintas generasi.
Deretan gelar Indonesia juara Thomas Cup pada 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, hingga edisi 2020 yang digelar pada 2021, menjadi bukti betapa kuatnya tradisi Merah Putih di turnamen ini.
Namun, kejayaan masa lalu belum mampu menjadi jaminan di edisi 2026.
Indonesia justru finis di peringkat ketiga Grup D, kalah bersaing dari Thailand yang keluar sebagai juara grup dan Prancis yang melaju sebagai runner-up.
Kekalahan telak pada laga penentuan menjadi penutup yang pahit bagi langkah Indonesia di fase penyisihan.
Sepanjang sejarah keikutsertaan, Indonesia nyaris selalu tampil konsisten di fase gugur.
Bahkan ketika mencatat hasil mengecewakan pada 2012, langkah Merah Putih masih mampu menembus perempat final sebelum akhirnya tersingkir.
Baca Juga:Presiden Prabowo Percepat Penanganan Sampah Nasional, Dorong Daerah Kembangkan TPST Model BanyumasUPDATE Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Menjadi 15 Orang
Kini, capaian tersebut justru menurun drastis dengan kegagalan lolos dari fase grup—sebuah alarm serius bagi pembinaan bulu tangkis nasional.
Sementara itu, persaingan menuju babak delapan besar terus berlangsung.
Dari Grup A, India dan China sudah memastikan tiket perempat final. Grup B meloloskan Jepang dan Malaysia, sedangkan dari Grup D, Thailand serta Prancis menjadi dua wakil yang melaju.
Adapun Grup C masih menyisakan persaingan ketat untuk menentukan dua tim terakhir yang akan melengkapi daftar perempat final.
Bagi Indonesia, hasil ini bukan sekadar kegagalan di satu turnamen, melainkan momentum evaluasi besar.
