RADARTASIK.ID— Jumlah korban tewas kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.
Hingga Selasa, 28 April 2026, data terbaru mencatat total korban jiwa meningkat menjadi 15 orang, sementara proses identifikasi korban masih berlangsung intensif.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Martinus Ginting, membenarkan adanya penambahan jumlah korban meninggal dalam insiden tersebut.
Baca Juga:Nama-Nama Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, KAI Soroti Pentingnya Kewaspadaan di PerlintasanKAI Berduka, Jumlah Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur 14 Meninggal dan Puluhan Korban Luka Dirawat
“Iya betul (15 korban tewas, Red),” ujarnya dikutip dari disway.id, Selasa 28 April 2026.
Menurutnya, tim medis dan forensik masih terus bekerja untuk memastikan seluruh data korban dapat terverifikasi secara akurat sebelum diumumkan kepada pihak keluarga.
Saat ini, proses identifikasi dilakukan secara terpadu oleh tim Dokkes gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sejumlah jenazah yang dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati masih menjalani tahapan identifikasi mendalam melalui prosedur forensik standar.
Kepala Rumah Sakit RS Polri Kramat Jati, Prima, menjelaskan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) saat ini masih melakukan pencocokan data untuk memastikan identitas para korban secara tepat.
Proses tersebut mencakup pemeriksaan data antemortem dan postmortem, yang menjadi metode baku dalam identifikasi korban bencana atau kecelakaan massal.
Meski identitas para korban belum seluruhnya terungkap, pihak rumah sakit menyebut seluruh jenazah yang saat ini berada dalam proses identifikasi berjenis kelamin perempuan.
Baca Juga:M Qodari Emban Tugas Baru, Komunikasi Publik Pemerintah Siap Diperkuat, Termasuk dengan Insan Media MassaJumhur Hidayat Tancap Gas di Kementerian Lingkungan Hidup, Sampah Jadi Prioritas Pembenahan, Ini Agendanya
Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk awal yang digunakan tim forensik dalam mempercepat proses pencocokan data dengan laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Sebelumnya, sedikitnya 10 jenazah korban kecelakaan telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan identifikasi.
Hingga kini, tim gabungan masih bekerja tanpa henti agar identitas korban dapat segera dipastikan dan proses penyerahan kepada keluarga dapat dilakukan dengan layak dan penuh kehormatan.
Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kepolisian membuka akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga.
Langkah itu dilakukan untuk membantu proses identifikasi sekaligus mempercepat pencocokan data korban.
Ia menegaskan, aparat kepolisian tidak hanya fokus pada pengamanan lokasi kejadian, tetapi juga terlibat penuh dalam proses evakuasi, pemulihan, serta identifikasi korban.
