BANJAR, RADARTASIK.ID – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Banjar menyayangkan batalnya keikutsertaan atlet sepak bola Kota Banjar pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwilda) Jawa Barat 2026. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah tidak dapat memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan tim.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kota Banjar, Tatang Heryanto, mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Menurutnya, sebenarnya ada tiga cabang olahraga yang dipersiapkan untuk mengikuti Popwilda, yakni pencak silat, bola voli, dan sepak bola.
“Sebenarnya ada tiga cabang olahraga (cabor) yang ikut dalam ajang Popwilda, yakni pencak silat, bola voli dan sepak bola. Tapi sepak bola tidak ikut,” ucapnya, Senin (8/6/2026).
Baca Juga:Keluarga Petani Tasikmalaya Terima Santunan hingga Rp 208 Juta dari BPJS KetenagakerjaanBPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp 74 Juta kepada Ahli Waris Peserta di Ciamis
Dari tiga cabang olahraga tersebut, hanya pencak silat dan bola voli yang akhirnya berangkat karena mampu menyiapkan pendanaan secara mandiri. Sementara tim sepak bola membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama lima hari di Kota Bandung sekitar Rp45 juta.
Namun hingga menjelang keberangkatan, hanya tiga pemain yang menyatakan kesiapan menanggung biaya secara mandiri. Kondisi itu membuat keberangkatan tim sepak bola tidak memungkinkan untuk dilaksanakan sehingga diputuskan batal mengikuti Popwilda.
Tatang menjelaskan, sebelumnya Dispora telah mengusulkan anggaran sekitar Rp100 juta untuk mendukung kegiatan Porsenitas dan Popwilda. Namun usulan tersebut tidak disetujui karena keterbatasan keuangan daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Sebelumnya sudah diajukan anggaran untuk dua kegiatan, Porsenitas dan Popwilda sekitar Rp100 juta tapi dicoret karena Pemkot Banjar tidak ada anggarannya (dampak efisiensi),” katanya.
Ia menambahkan, dua cabang olahraga yang tetap berangkat ke Popwilda menggunakan dana talangan. Biaya tersebut nantinya akan diusulkan untuk diganti melalui anggaran perubahan tahun 2026.
Untuk menghindari kejadian serupa pada masa mendatang, Dispora berencana kembali mengusulkan anggaran kegiatan Popwilda pada APBD murni tahun 2027.
“Sebenarnya kita (Pemkot Banjar) mengunggulkan pencak silat karena sering berprestasi,” ujarnya.
Baca Juga:Hobi Mengomentari, Kini Hanafi Diuji Memimpin Birokrasi di Kota Tasikmalaya!Resolusi Peradaban Pondok Pesantren Dimulai dari Tasikmalaya!
Sebelumnya, PSSI Kota Banjar secara resmi membatalkan keikutsertaan tim sepak bola pada Popwilda Jawa Barat 2026. Keputusan itu diambil karena minimnya jumlah atlet yang bersedia membiayai keberangkatan secara mandiri serta waktu pengurusan administrasi yang sudah sangat terbatas.
