RADARTASIK.ID — Korban-korban luka akibat kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan medis tidak hanya terpusat di RSUD Bekasi, tetapi juga dilakukan di sejumlah rumah sakit lain untuk mempercepat layanan bagi para korban.
Beberapa rumah sakit yang turut menangani korban antara lain RS Bella Bekasi, RS Bhakti Kartini, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.
Baca Juga:KAI Berduka, Jumlah Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur 14 Meninggal dan Puluhan Korban Luka DirawatM Qodari Emban Tugas Baru, Komunikasi Publik Pemerintah Siap Diperkuat, Termasuk dengan Insan Media Massa
Distribusi penanganan ini dilakukan agar setiap korban mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi medis masing-masing.
Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) KH Said Aqil Siradj menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan maupun pihak yang terlibat dalam operasional transportasi.
Menurut KH Said Aqil Siradj, tragedi itu seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama tentang pentingnya kehati-hatian, kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan, terutama saat melintasi perlintasan sebidang.
“Semuanya menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua, baik supir-supir mobil, pengendara mobil, maupun masinis, semuanya harus mengambil pelajaran yang sangat berharga. Karena tidak akan terjadi kalau kita hati-hati atau betul-betul waspada,” ujarnya di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026 dikutip dari disway.id.
KH Said Aqil Siradj berpandangan bahwa kecelakaan besar kerap berawal dari kelengahan sesaat.
Karena itu, seluruh pengendara, termasuk pengemudi kendaraan pribadi, sopir angkutan, maupun operator transportasi publik, dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan ketika berada di area lintasan kereta.
Terkait penyebab kejadian, KH Said Aqil menyebut dugaan awal mengarah pada kelalaian pengendara taksi saat melintasi perlintasan rel.
Baca Juga:Jumhur Hidayat Tancap Gas di Kementerian Lingkungan Hidup, Sampah Jadi Prioritas Pembenahan, Ini AgendanyaPresiden Prabowo Soroti Perlintasan Kereta Tak Terjaga, Pemerintah Siapkan Pembenahan Besar-besaran
Dalam pandangannya, kendaraan semestinya tidak memaksakan melintas ketika kereta sudah berada dalam jarak dekat, karena situasi tersebut sangat berisiko dan dapat berujung fatal.
Mantan Ketua Umum PBNU ini juga menekankan bahwa area perlintasan kereta harus dipahami sebagai zona berbahaya yang menuntut perhatian penuh dari setiap pengguna jalan.
Karena itu, disiplin berlalu lintas dan kepatuhan terhadap rambu keselamatan disebut menjadi kunci utama agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
