Pasien Gangguan Jiwa Mengantre di Kota Tasikmalaya

Pasien gangguan jiwa
Ilustrasi
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Antrean itu tidak membawa berkas tebal. Tidak pula membawa proposal. Mereka datang membawa sesuatu yang lebih berat: pikiran.

Setiap hari mereka mengantre di Poli Kejiwaan RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Jumlahnya terus bertambah. Dari tahun ke tahun. Dari bulan ke bulan.

Yang mengantre bukan orang sakit demam. Bukan pula pasien patah tulang. Mereka adalah orang-orang yang sedang berjuang melawan dirinya sendiri.

Baca Juga:Nilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya BerpolemikCitra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim Kritikan

Ada yang kehilangan semangat hidup. Ada yang tidak bisa tidur berhari-hari. Ada yang merasa dunia seperti akan berakhir. Ada pula yang tidak mampu lagi membedakan mana kecemasan dan mana kenyataan.

Jumlah mereka kini membuat RSUD dr Soekardjo kewalahan. Setiap hari rumah sakit harus membatasi pelayanan antara 30 sampai 60 pasien. Bukan karena tidak mau menerima lebih banyak. Tetapi karena hanya ada satu dokter spesialis jiwa yang melayani.

Satu dokter. Untuk puluhan pasien. Setiap hari. “Kalau antrean dibuka sampai malam, mungkin jumlah pasien akan lebih banyak lagi,” ujar Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr Titie Purwaningsari. Kalimat itu terdengar sederhana.

Tetapi sesungguhnya menyimpan pesan yang serius. Kesehatan jiwa sedang menjadi persoalan besar yang diam-diam tumbuh di sekitar kita.

Dulu gangguan kejiwaan sering dianggap urusan pribadi. Bahkan tidak sedikit yang menganggapnya sebagai aib keluarga.Kini kenyataannya berbeda. Pasien datang dari berbagai kalangan. Mayoritas bahkan berada pada usia produktif.

Usia yang seharusnya sedang bekerja. Sedang membangun keluarga. Sedang merencanakan masa depan. Namun sebagian justru sedang bertarung dengan depresi, kecemasan, dan berbagai gangguan mental lainnya.

Ironisnya, ketika jumlah pasien meningkat, fasilitas rawat inap kejiwaan di rumah sakit milik pemerintah terbesar di Kota Tasikmalaya itu belum tersedia.

Baca Juga:Jaraknya Puluhan Kilometer, Lansia di Pangandaran Tersesat dan Dibantu Petugas KepolisianGuru SD di Pangandaran Dapat Beasiswa S2 Universitas Padjadjaran

Padahal aturan Kementerian Kesehatan sudah mengamanatkan keberadaan layanan tersebut. RSUD dr Soekardjo baru mampu melayani rawat jalan. Jika ada pasien yang membutuhkan perawatan intensif, mereka harus dirujuk ke rumah sakit lain.

Artinya, ketika kondisi kejiwaan seseorang sudah membutuhkan pengawasan penuh, Tasikmalaya masih harus bergantung kepada fasilitas di tempat lain.

0 Komentar