KDMP Pamalayan Ciamis Belum Tempati Gerai Baru, Padahal Pembangunannya Sudah Selesai Dilaksanakan

KDMP Ciamis
KDMP Pamalayan masih menempati kios di Desa Pamalayan dalam beroperasinya menjual sembako, Senin (19/5/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis hingga kini belum menempati gerai baru yang telah selesai dibangun dan diresmikan. Aktivitas usaha koperasi masih berlangsung di kios yang digunakan sejak awal operasional.

Ketua Koperasi Desa Pamalayan, Soleh mengatakan, gerai baru belum digunakan karena perlengkapan logistik dan produk usaha belum sepenuhnya tersedia. Saat ini, KDMP Pamalayan baru menerima sebagian sarana pendukung seperti rak supermarket, mobil pikap Mahindra, AC, meja, kursi, dan lemari display.

“Saat ini masih banyak yang belum diterima logistiknya. Apabila sudah lengkap semua logistik dan produknya siap menempati gerai KDMP Pamalayan baru,” katanya kepada Radar, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

Selain kesiapan sarana, pengurus koperasi juga masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi anggota KDMP Pamalayan. Menurut Soleh, kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan permodalan koperasi yang masih dalam tahap pengembangan.

“Hal ini wajar saja dikarenakan masih belum optimalnya permodalan. Akan tetapi pada saat nanti pindah ke lokasi gerai KDMP Pamalayan Kecamatan Cijeungjing yang baru, harapannya semua masyarakat desa Pamalayan berbondong bondong masuk anggota serta bisa menikmati berbagai kemudahan yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, KDMP Pamalayan juga harus mampu bersaing dengan jaringan ritel minimarket besar yang lebih dahulu berkembang dan memiliki dukungan modal kuat. Di sisi lain, masih ada anggapan di masyarakat bahwa koperasi hanya berfungsi sebagai tempat meminjam uang.

“Hal itu wajar dan memang wajib ada sebagai salah satu usaha KDMP Pamalayan, namun porsinya akan selektif,” katanya.

Ke depan, KDMP Pamalayan menargetkan pengembangan sejumlah unit usaha, mulai dari klinik desa, apotek desa, usaha sembako, unit simpan pinjam (USP), penampungan produk UMKM lokal, hingga penampungan hasil pertanian dan perikanan masyarakat.

Sebelum memiliki gerai baru, koperasi telah menjalankan usaha di kios sejak 2025. Selama 10 bulan terakhir, KDMP Pamalayan mengembangkan usaha sembako dan simpanan anggota bekerja sama dengan Koperasi Nasari.

“KDMP Pamalayan bisa awal membuka usaha sembako karena ada penyertaan dari profit BUMDes Jaya Karsa Pamalayan Rp 25 juta. Sampai hari ini baru 195 Orang yang sudah menjadi anggota KDMP Pamalayan,” ujarnya.

0 Komentar