KDMP Pamalayan Ciamis Belum Tempati Gerai Baru, Padahal Pembangunannya Sudah Selesai Dilaksanakan

KDMP Ciamis
KDMP Pamalayan masih menempati kios di Desa Pamalayan dalam beroperasinya menjual sembako, Senin (19/5/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

Meski masih dalam tahap pengembangan, KDMP Pamalayan telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Maret 2026. Hasil usaha koperasi dinilai positif walaupun keuntungan yang diperoleh masih terbatas.

“Kita masih dalam tahapan belajar berusaha, keuntungan masih relatif kecil kurang lebih Rp 1,5 juta,” katanya.

Soleh berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Pamalayan, BPD, BUMDes Jaya Karsa Pamalayan, dan masyarakat dapat memperkuat perkembangan koperasi setelah gerai baru mulai beroperasi penuh.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

“Adanya kolaborasi yang mumpuni antara Pemdes Pamalayan, BPD, BUMDes Pamalayan, dan seluruh Masyarakat Desa Pamalayan, untuk menyakini, apabila KDMP Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Maju. Otomatis Perekonomian Desa Pamalayan juga ikut maju, sejahtera dan tentunya berkah,” ujarnya.

Sementara itu, anggota KDMP Pamalayan, Iis Aisah menjelaskan, gerai koperasi mulai beroperasi sejak Agustus 2025 dengan fokus awal pada usaha sembako dan bank sampah.

“Modal sembakonya minjam dari BUMDss dan diputarnya simpanan anggota,” katanya.

Ia menyebutkan, produk yang dijual antara lain gas 3 kilogram, mie instan, air galon, tepung terigu, Minyakita, sabun cair, dan kebutuhan harian lainnya.

“Untuk sembakonya, KDMP Pamalayan menjual gas 3 kg, mie instan, air galon, terigu, minyakita, sabun cair, dan lainnya,” katanya.

Saat ini KDMP Pamalayan memiliki 195 anggota dengan kewajiban simpan wajib Rp10 ribu per bulan dan simpanan pokok Rp30 ribu saat pendaftaran anggota.

Menurut Iis, koperasi juga memiliki peluang usaha ke depan melalui penyediaan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemasaran produk UMKM lokal seperti sayuran, ikan nila, galendo, klanting, keripik pisang, olahan kentang mustopa, hingga sale pisang. (riz)

0 Komentar