Ada Luka Misterius di Kepala Sopir Maxim yang Mengapung di Citanduy Tasikmalaya

sopir Maxim ditemukan meninggal di Sungai Citanduy
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah pria muda yang ditemukan di Sungai Citanduy, wilayah Purbaratu, Kota Tasikmalaya saat di kamar mayat RSUD dr Soekardjo, Selasa (19/5/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Misteri kematian pria muda yang ditemukan mengapung di Sungai Citanduy, wilayah Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026), masih menyisakan tanda tanya besar.

Luka di bagian kepala korban kini menjadi sorotan utama penyelidikan polisi, di tengah spekulasi publik yang mulai liar bak arus sungai saat musim hujan.

Korban diketahui bernama Fiqri Legi Ansori (25), warga Kampung Gareumpay, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu.

Baca Juga:Knalpot Brong Bikin Tasik Berisik, 13 Motor Diamankan Jelang Euforia Persib JuaraRazia Miras di Tasikmalaya Digencarkan, 53 Botol Disita dari Tiga Titik Rawan Penyakit Masyarakat

Identitas korban dipastikan setelah Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan pemeriksaan intensif, termasuk pencocokan sidik jari.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra menjelaskan, korban sehari-hari bekerja sebagai pengemudi taksi online Maxim.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat hilang kontak sejak Sabtu malam (16/5/2026).

“Korban diketahui terakhir masih berkomunikasi dengan istrinya melalui WhatsApp hingga Jumat (15/5/2026),” ujar Herman, Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya, korban sempat menemui istrinya yang bekerja di Garut pada Kamis (14/5/2026).

Namun komunikasi mendadak terputus pada Sabtu sekitar pukul 19.21 WIB. Sejak saat itu, keluarga mulai cemas dan berusaha mencari keberadaan korban.

Upaya pencarian keluarga berakhir pilu setelah korban ditemukan sudah tidak bernyawa mengambang di Sungai Citanduy pada Selasa siang (19/5/2026).

Baca Juga:Polisi Ingatkan Bobotoh: Jangan Sampai Euforia Juara di Tasikmalaya Ternoda Knalpot Brong dan FlareHUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Kodim 0612 Tasikmalaya Perkuat Ikatan dengan Rakyat Lewat Doa Bersama

Penemuan jasad tersebut langsung memicu perhatian warga sekitar. Sungai yang biasanya hanya jadi saksi derasnya air, kini ikut menyeret aroma misteri.

Polisi belum mau gegabah menyimpulkan penyebab kematian korban.

Terlebih, ditemukan luka pada bagian kepala yang hingga kini masih didalami penyebabnya.

“Ada luka di bagian kepala. Tetapi apakah akibat benda tumpul, benda tajam, atau benturan saat terjatuh, kami masih menunggu hasil pemeriksaan ahli,” kata Herman.

Pihak kepolisian pun belum memastikan apakah kasus ini mengarah pada tindak pidana pembunuhan atau bukan.

Rencana autopsi terhadap jasad korban akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

“Belum bisa disimpulkan mengarah ke pembunuhan atau tidak. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung,” tegasnya.

Dari hasil pendalaman sementara, korban disebut tidak sedang bekerja sebagai pengemudi online saat terakhir kali menghilang.

Polisi juga masih menelusuri aktivitas korban sebelum hilang kontak.

0 Komentar