TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah riuh industri pernikahan yang kian padat pemain, kisah Olivia Darmawan justru bergerak dari arah sunyi: ruang siaran radio, kebiasaan mengevaluasi diri, lalu menjelma menjadi penggerak wedding organizer di Tasikmalaya.
Bukan panggung gemerlap yang lebih dulu ia kenal, melainkan mikrofon sederhana saat masih SMA, sekitar 2005.
Dari kegiatan berkemah—membuat siaran ala kadarnya—bakatnya terendus. Seorang teman melihat potensi, meyakinkan, dan pintu radio pun terbuka.
Kebiasaan refleksi menjadi fondasi yang diam-diam menumbuhkan kariernya.
Baca Juga:Dugaan Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan LaporanSerangan Siber Mengintai, Diskominfo Kota Tasikmalaya Wajib Perkuat Sistem
“Setiap tahun saya selalu bertanya ke teman tentang kelebihan dan kekurangan saya,” kenang Oliv, sapaan akrabnya.
Saat melanjutkan studi di Manajemen Informasi Universitas BSI pada 2006, ia kembali ke dunia siaran lewat Radio Style.
Di sana, bukan hanya suara yang diasah, tetapi juga keberanian tampil sebagai master of ceremony (MC).
Dunia komunikasi publik menjadi ruang tempaan mental—yang kelak sangat berguna di panggung pernikahan.
Sempat merasakan kerasnya ritme ibu kota sebagai marketing di perusahaan internasional di Jakarta, Oliv pulang ke Tasikmalaya pada 2012.
Ia kembali siaran di Thomson Radio, tetap aktif sebagai MC, sebelum akhirnya menemukan satu kata yang mengubah arah hidupnya: fokus.
“Orang-orang sukses itu berawal dari fokus,” terangnya.
Sejak 2015, ia merapikan langkah—melepas aktivitas lain, termasuk siaran dan jasa travel—untuk membangun Taravty Project.
Baca Juga:Jam Kerja ASN Kota Tasikmalaya akan Berubah, Masuk 07.30 Mulai Digodok PerwalkotnyaLahan Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tinggal 3 Titik yang Masih Dikaji
Di titik ini, jalan tak lagi bercabang, meski berarti menempuh jalur sunyi yang tidak punya “peta sekolah” formal.
Belajar otodidak, memperkuat kepemimpinan, hingga meraih sertifikasi Event Planner International melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjadi cara Oliv menambal celah profesionalitas.
Ia juga membangun sistem kerja bersama dua rekan lamanya dari dunia radio—sebuah kolaborasi yang lahir dari frekuensi yang sama, bukan sekadar bisnis.
Taravty perlahan tumbuh. Mereka mengembangkan lini seperti Anak Event Indonesia di Jakarta dan Taravty Creative Indonesia di Bandung—strategi adaptif membaca karakter pasar.
Di sisi lain, konsistensi mereka diuji lewat Tasik Wedding Festival (TWF) yang rutin digelar sejak 2016.
