Perjalanan Olivia Darmawan, dari Penyiar Radio Jadi Penggerak Wedding di Tasikmalaya

kisah sukses wedding organizer
Olivia Darmawan, Founder Taravty Project. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Festival itu bukan sekadar etalase vendor, melainkan ruang belajar kolektif.

Pada 2023, mereka bahkan menggelar seminar wedding organizer gratis—langkah yang terasa “melawan arus” di tengah kompetisi yang cenderung saling menutup.

Sejak 2020, ketika pandemi dan gelombang pelaku baru membuat pasar makin sesak, banyak yang goyah.

Namun Taravty justru bertahan. Bukan karena paling besar, melainkan karena paling dipercaya.

Baca Juga:Dugaan Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan LaporanSerangan Siber Mengintai, Diskominfo Kota Tasikmalaya Wajib Perkuat Sistem

“Taravty mungkin belum besar, tapi orang percaya kepada saya,” kata Oliv—sebuah pengakuan yang sederhana, tapi sering kali menjadi mata uang paling mahal di industri jasa.

Bagi Oliv, konsistensi bukan sekadar bertahan hidup, melainkan disiplin mengevaluasi diri.

Tiap tahun, standar layanan ditinjau ulang—apa yang kurang diperbaiki, yang baik dijaga.

Tak heran, sejumlah tokoh mempercayakan momen sakralnya kepada Taravty.

Di balik dekorasi dan rundown acara, ada satu prinsip yang terus ia pegang: memperlakukan setiap klien sebagai manusia, bukan sekadar proyek.

Ia percaya, industri kreatif akan terus bergerak—kadang cepat, kadang penuh jebakan tren sesaat. Tapi satu hal tetap: tak ada jalan instan.

Di tengah dunia yang gemar hasil cepat, Oliv justru menawarkan resep lama yang sering dilupakan—fokus, konsistensi, dan cara memperlakukan orang dengan benar.

Sederhana, tapi terbukti tidak semua mampu menjalaninya. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar