Bikin Warga Cemas, Pabrik Olahan Kelapa di Pangandaran Diduga Mencemari Sungai

Pencemaran Sungai tonjong pangandaran
Sungai Citonjong di Sidamulih Kabupaten pangandaran menghitam dan diduga tercemar limbah pabrik pengolahan kelapa, Jumat (24/4/2026).
0 Komentar

PANGANDARAN, RADSIK–Warga Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, mengeluhkan adanya pencemaran sungai di lingkungan mereka. Diduga, cemaran tersebut berasal dari pembuangan limbah pabrik pengolahan kelapa PT Pecu.

Kondisi air sungai tersebut berubah warna menjadi hitam pekat dan menimbulkan bau yang sangat menyengat.

Warga Desa Sukaresik Saiman mengatakan, kondisi sungai saat ini cukup memprihatinkan. Air yang mengalir di Sungai Citonjong terlihat keruh kehitaman dan mengeluarkan aroma tidak sedap, terutama di area yang diduga menjadi lokasi masuknya limbah ke sungai.

Baca Juga:Lokasi Menentukan KonsekuensiCerita ASN Membiayai Musda!

Ia khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya akan semakin besar terhadap lingkungan. Selain mencemari aliran sungai, limbah diduga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam kehidupan biota air.

“Kalau dibiarkan terus, bisa menyebabkan ikan keracunan dan hewan habitat sungai mati massal seperti yang pernah terjadi beberapa tahun ke belakang,” ujarnya kepada Radar Jumat (24/6/2026).

Ia menyebut, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya dan meninggalkan dampak cukup besar terhadap lingkungan sungai. Saat itu, banyak ikan dan hewan air ditemukan mati akibat dugaan pencemaran limbah yang masuk ke aliran sungai.

Saiman meminta pihak yang membuang limbah agar memperbaiki sistem pengelolaan pembuangan agar tidak mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. Menurutnya, sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kebersihan dan kelestariannya.

“Tolong berbenah lagi soal pembuangan limbahnya, jangan sampai merugikan masyarakat sekitar,” katanya.

Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan kualitas lingkungan tetap terjaga.

“Selain berdampak pada habitat sungai, kondisi air yang tercemar juga dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Citonjong”, katanya.

Baca Juga:Muscab PPP Terancam Gagal!Sundawani Kota Tasikmalaya Optimis Kesenian Sunda Lebih Lestari di Era Gen Z dan Alpha

Ketika Radar mencoba untuk mengkonfirmasi hal itu ke pihak manajemen PT Pecu, pihak manajemen belum bisa memberikan klarifikasi. Saat dihubungi melalui pesan whatsapp pun, perwakilan manajemen mengaku sedang tidak ada di pabrik. “Saya lagi di luar kang,” singkatnya membalas pesan.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar