Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya Kian Terbengkalai, Janji Rehabilitasi Tahun ini Jadi Asap

kondisi Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya
Kondisi Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya, Kamis (23/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Jika stadion adalah wajah olahraga sebuah kota, maka Stadion Wiradadaha hari ini seperti cermin retak: memantulkan ambisi, tapi juga memperlihatkan realitas yang kusam.

Di tengah geliat sepak bola akar rumput, fasilitas utama justru berjalan mundur—ditinggalkan oleh janji yang tak kunjung tiba.

Alih-alih berbenah pada 2026, rehabilitasi stadion Kota Tasikmalaya yang sempat digadang-gadang Pemerintah Provinsi Jawa Barat justru tak muncul dalam perencanaan resmi.

Baca Juga:Momen Haru Pelepasan Haji Kota Tasikmalaya, Pemerintah Titip Doa dan Ingatkan Disiplin KoperRekon Kasus Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya Masih “Ngambang”, Polisi Uji Versi

Padahal, Detail Engineering Design (DED) sudah lebih dulu disiapkan pada 2025—sebuah langkah awal yang seharusnya menjadi pijakan, bukan sekadar arsip.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang kian memprihatinkan. Tribun timur dipenuhi besi tua dan kursi rusak, sementara dinding mulai ditumbuhi lumut.

Tribun utara dan selatan bahkan berubah fungsi—dari ruang sorak penonton menjadi hamparan rumput liar dan tempat singgah botol-botol bekas.

Hanya tribun barat yang masih bertahan, itupun sekadar “hidup segan mati tak mau”, digunakan saat event skala kota.

Sementara itu lapangan utama tetap dipakai latihan, meski kualitasnya jauh dari standar. Sepak bola masih berjalan, tapi infrastrukturnya tertatih.

Kerusakan juga merambat ke bagian struktural. Atap tribun mulai mengelupas, dan sebagian tembok roboh setelah diterjang puting beliung pada Maret 2026.

Perbaikan tak kunjung terlihat, seolah stadion sepak bola kebanggan masyarakat Kota Tasikmalaya ini dibiarkan menua tanpa kepastian.

Baca Juga:Turnamen Bulutangkis Senior Internasional Membludak, 3.000 Atlet Serbu Hundred Hoo Haa Cup 2026Api Membesar dari Dapur Warung Hanguskan Rumah di Dadaha Kota Tasikmalaya

Ketua Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H Wahid, menilai situasi ini sebagai ironi perencanaan. Ia mengungkapkan, proses awal rehabilitasi sempat berjalan serius, bahkan melibatkan berbagai pihak.

“DED sudah ada sejak 2025, kami juga sempat diundang ke Bandung untuk pembahasan. Waktu itu disampaikan pembangunan akan direalisasikan 2026,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Namun ketika ditelusuri ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, rencana tersebut justru tak tercantum. Prioritas bergeser—jalan tetap jalan, stadion ditinggalkan.

“Di Bappeda tidak ada, baik stadion maupun rumah sakit. Yang masuk hanya perbaikan jalan provinsi,” terangnya.

Padahal, menurut Wahid, kondisi stadion sempat dilihat langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang kala itu menyebutnya layak menjadi prioritas pembangunan.

0 Komentar