TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Foto itu beredar pelan. Tidak gaduh. Tapi langsung memantik tafsir. Tiga orang berdiri berdampingan. Tangan mereka saling bertumpuk. Seperti simbol kesepakatan. Atau setidaknya simbol kedekatan.
Di tengah berdiri Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono. Wajahnya datar. Tenang. Seperti biasa.
Di sisi kanan tampak politisi senior PPP Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawani. Sosok yang sudah lama malang melintang di tubuh partai berlambang Ka’bah itu.
Baca Juga:Spanduk “Tuyul” di Kebon Kembang Kota Tasikmalaya Dicopot, Keresahan Warga MeredaSentuhan di Balik Papan: Versi Korban Perempuan Dugaan Asusila Berujung Penculikan di Kota Tasikmalaya
Di sisi kiri berdiri generasi yang lebih muda. Ketua Fraksi PPP Kota Tasikmalaya, Riko Restu Wijaya. Wajahnya segar. Senyumnya ringan. Tiga tangan itu bertumpuk di tengah. Simbol yang sederhana. Tapi tafsirnya bisa panjang.
Foto itu tidak diketahui pasti kapan diambil. Apakah sebelum Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kota Tasikmalaya. Atau justru setelahnya. Yang jelas, Muscab itu sendiri belum selesai secara politik.
Forum di tingkat kota memang digelar. Perdebatan sempat menghangat. Bahkan hingga akhirnya keputusan formatur tidak lahir di tempat.
Muscab itu “diparkir”. Dinaikkan ke tingkat DPW PPP Jawa Barat. Artinya, keputusan penting tentang siapa yang akan memimpin DPC PPP Kota Tasikmalaya belum berada di tangan pengurus kota lagi. Sudah di atas meja provinsi. Dan di tengah situasi itulah, foto ini muncul.
Di dunia politik, foto jarang netral. Ia sering menjadi bahasa yang lebih halus dari pernyataan resmi. Tiga tangan bertumpuk itu membuat banyak kader mulai membaca arah.
Terutama soal kemungkinan munculnya paket pasangan: Enjang–Riko. Kolaborasi tua dan muda. Satu membawa pengalaman panjang. Satu membawa energi generasi baru.
Formula seperti ini bukan hal baru di partai politik. Yang tua memberi stabilitas. Yang muda memberi percepatan. Kombinasi yang sering dianggap aman. Sekaligus menjanjikan.
Baca Juga:Kasus Tukang Bakso di Kota Tasikmalaya Diculik karena Dugaan Asusila Dilaporkan ke Polisi, ini Pengakuan SaksiTiga Periode Tanpa Banyak Suara!
Di kalangan internal PPP Kota Tasikmalaya, bisik-bisik mulai terdengar. Tidak keras. Tapi cukup jelas. Jika pasangan Enjang–Riko benar didorong, maka konfigurasi kepengurusan DPC bisa berubah arah.
Enjang disebut-sebut berpeluang untuk posisi ketua. Riko dipandang cocok mengisi sekretaris. Bukan hanya soal figur. Tapi juga soal keseimbangan generasi. Tua dan muda. Senior dan penerus.
