CFD ASN Kota Tasikmalaya Belum Efektif dan Masih Banyak Evaluasi

evaluasi CFD ASN Kota Tasikmalaya
ASN saat mengisi absen melalui ponselnya ketika CFD di Bale Kota Tasikmalaya. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pelaksanaan Car Free Day (CFD) ASN Kota Tasikmalaya mulai menuai evaluasi.

Alih-alih menjadi solusi mobilitas ramah lingkungan, kebijakan ini justru dinilai belum sepenuhnya efektif, terutama bagi unsur pimpinan yang memiliki mobilitas tinggi.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui bahwa kebijakan CFD ASN masih dalam tahap uji coba dan belum berjalan optimal.

Baca Juga:Disrupsi Media Sosial Gerus Budaya, KPID Jawa Barat: Konten Lokal Terancam700 Bonsai Siap Bertarung di Kota Tasikmalaya, Harga Bisa Mencapai Rp 800 Juta

Ia menyoroti kondisi di lapangan yang dinilai belum selaras dengan kebutuhan kerja pejabat.

“Kurang efektif karena ini kan uji coba. Unsur pimpinan punya tugas di beberapa wilayah, tidak mungkin terus berjalan kaki atau bersepeda karena jaraknya cukup jauh,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, praktik di lapangan bahkan terkesan “setengah hati”. Kendaraan tetap diparkir di luar area CFD, sementara aktivitas berjalan kaki hanya menjadi formalitas yang tidak signifikan mengurangi penggunaan kendaraan secara keseluruhan.

“Jadinya hampir mirip seperti itu, tidak mengurangi hal lainnya,” sindirnya, dengan nada yang menyiratkan bahwa kebijakan ini belum menyentuh substansi.

Diky juga menegaskan perlunya kajian ulang, termasuk mempertimbangkan beban biaya jika harus beralih ke kendaraan listrik. Ia mengingatkan agar kebijakan tidak justru membebani individu.

“Kalau harus beli mobil listrik, itu biaya lagi. Kalau dibebankan ke pribadi, takut ada apa-apa,” katanya.

Terkait opsi penyediaan transportasi seperti bus carter, Diky menyebut belum mengarah ke sana. Ia menyerahkan keputusan kepada pimpinan dan berharap ada solusi yang lebih realistis.

Baca Juga:Akhirnya Saling Lapor! Kasus Dugaan Asusila Berujung Penculikan Pedagang Bakso di Kota TasikmalayaPengabdian Tanpa Batas Kartini Kota Tasikmalaya: Pensiunan Guru SLB Rawat Kemandirian Lewat Telur Asin

“Saya tidak punya solusi, tapi saya melihat ada ketidaksesuaian di masyarakat. Tolong dicarikan kebijakan lain,” ucapnya lugas.

Ia juga mengusulkan opsi work from home (WFH) terbatas di hari Jumat sebagai alternatif, mengingat aktivitas ASN bisa lebih terkendali.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulah, menyebut pelaksanaan CFD sejauh ini masih bersifat ajakan, sehingga toleransi masih diberikan bagi ASN yang menggunakan kendaraan.

“Masih ada yang menggunakan kendaraan masuk ke kantor, tapi kita masih toleran karena ini masih ajakan,” tuturnya.

0 Komentar