Ia menargetkan pada Mei mendatang kebijakan ini bisa diterapkan secara utuh sesuai aturan.
Asep juga menjelaskan bahwa kendaraan listrik tetap diperbolehkan masuk area CFD karena tidak menggunakan bahan bakar fosil. Sementara kendaraan berbahan bakar minyak tetap dilarang.
Di sisi lain, kebijakan work from anywhere (WFA) atau WFH juga terus berjalan.
Baca Juga:Disrupsi Media Sosial Gerus Budaya, KPID Jawa Barat: Konten Lokal Terancam700 Bonsai Siap Bertarung di Kota Tasikmalaya, Harga Bisa Mencapai Rp 800 Juta
Pemkot, kata Asep, telah menyiapkan sistem pemantauan berbasis aplikasi untuk memastikan ASN benar-benar bekerja sesuai ketentuan.
“Itu nanti terpantau dari aplikasi. Posisi di mana bisa diketahui,” jelasnya.
Dengan kondisi yang masih dalam tahap uji coba, Pemkot Tasikmalaya tampaknya masih mencari formulasi ideal.
CFD yang diharapkan menjadi simbol perubahan gaya hidup, untuk sementara justru menjadi cermin: antara niat baik dan realitas lapangan yang belum sepenuhnya seirama. (rezza rizaldi)
