700 Bonsai Siap Bertarung di Kota Tasikmalaya, Harga Bisa Mencapai Rp 800 Juta

pameran bonsai nasional di Kota Tasikmalaya
Bonsai Waru, yang sempat menyabet juara Piala Presiden 2024 ikut dipamerkan di Kontes dan Pameran Bonsai Nasional Change of Seasons Plaza Asia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Aroma kompetisi mulai terasa bahkan sebelum panggung resmi dibuka.

Kontes dan Pameran Bonsai Nasional 2026 di Plaza Asia Kota Tasikmalaya tak sekadar memajang pohon mini, tapi juga membuka “liga” adu prestasi antar bonsai dari berbagai daerah.

Agenda yang digelar 19–28 April 2026 di area parkir dekat TeeJay Water Park ini sudah masuk fase awal, mulai dari bursa hingga penataan.

Baca Juga:Akhirnya Saling Lapor! Kasus Dugaan Asusila Berujung Penculikan Pedagang Bakso di Kota TasikmalayaPengabdian Tanpa Batas Kartini Kota Tasikmalaya: Pensiunan Guru SLB Rawat Kemandirian Lewat Telur Asin

Puncaknya, pembukaan resmi akan berlangsung Sabtu 25 April 2026, disusul pameran terbuka untuk umum hingga Selasa 28 April.

Bendahara Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kota Tasikmalaya, Hendra Gumilar, menyebut konsep pameran dibagi dalam tiga kelas utama: Pratama, Madya, dan Utama.

“Yang paling utama itu kelas Madya sama Utama. Satu lagi kelas prospek atau Pratama,” ujar Hendra, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan kelas tak semata pada bentuk visual, tetapi pada “kematangan” dan rekam jejak pohon tersebut.

Dalam bahasa komunitas, setiap bonsai punya “rapot” — catatan prestasi dari berbagai ajang.

“Ini semacam liga. Ajang untuk menaikkan rapot, atau naik kelas,” katanya.

Tak heran jika nilai ekonominya ikut meroket. Meski tidak selalu dipatok, Hendra mengakui ada bonsai yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga:Memantik Tafsir!Spanduk “Tuyul” di Kebon Kembang Kota Tasikmalaya Dicopot, Keresahan Warga Mereda

Bahkan, pada pameran sebelumnya di UNPER, harga tertinggi menyentuh angka sekitar Rp 800 juta.

Untuk edisi 2026 ini, panitia menyiapkan sekitar 700 spot pohon. Namun, jumlah itu masih bisa bertambah jika peserta membludak.

“Kalau ternyata tidak muat, kita tambah lagi. Targetnya sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Antusiasme peserta pun mulai terlihat dari sebaran daerah asal. Undangan telah menjangkau berbagai kota, mulai dari Bandung, Cianjur, Cirebon, Bekasi, hingga luar Jawa Barat seperti Jepara, Semarang, dan Madura.

Menurut Hendra, penyelenggaraan pameran ini bukan perkara mudah. Setiap kelas memiliki kuota minimal yang harus terpenuhi, sehingga panitia aktif menjaring peserta dari berbagai wilayah.

“Tidak semua cabang mampu mengadakan. Ini juga bagian dari komitmen organisasi,” katanya.

Beragam jenis bonsai akan tampil, mulai dari pines, ceri Barbados, hingga sancang. Setiap pohon membawa cerita, sekaligus gengsi pemiliknya.

0 Komentar