TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Beragam profesi dengan peran dan tantangannya masing-masing menjadi bagian penting dalam kehidupan. Namun, bagi anak-anak, mengenal dunia kerja sering kali masih terbatas pada apa yang mereka lihat di sekitar atau di layar.
Dari situlah pentingnya ruang belajar yang mampu memperkenalkan berbagai profesi secara nyata sejak dini. Upaya tersebut dilakukan SD Joy Kids National Plus School melalui kegiatan career day yang digelar pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari beragam latar belakang profesi. Di antaranya Pdp. Yunus Prawiro Yudo sebagai public speaker, Gadhil selaku barista Umino Coffee, Kepler Sianturi SMG MA sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, serta dr Maria Magdalena Hermawan Sp DV MKes.
Baca Juga:Kehilangan Rasa Malu!Wabup yang Jarang Diam!
Selain itu, turut hadir Aiptu Josner Ali Siringoringo SH dari kepolisian, pasangan pelaku usaha Willy Surya Wibawa dan Clairine Tanujaya dari Little Esquina, Tiodora Octira Cristin Silalahi dari Royal Tour & Travel Agent, serta Dwi Anggi Cipta Ningsih sebagai presenter Radar TV.
Kepala SD Joy Kids National Plus School, Henny Wanti SE, menjelaskan bahwa career day merupakan bagian dari program unggulan sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan hidup atau life skill sejak dini.
“Jadi life skill kan untuk memperlengkapi, untuk kecakapan hidup, keterampilan hidup gitu, untuk memperlengkapi anak-anak. Jadi kita sejak dini itu anak-anak sudah diajarkan untuk keterampilan hidup untuk mereka bisa survive gitu ya,” ujar Henny.
Ia menuturkan, melalui kegiatan ini siswa tidak hanya mengenal nama profesi, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai proses, tantangan, hingga perjalanan seseorang dalam menjalani profesinya. Dengan menghadirkan praktisi secara langsung, siswa dapat berinteraksi dan menggali informasi secara lebih mendalam.
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini dikemas dalam dua sesi. Setiap kelas mendapatkan kesempatan untuk mengenal dua profesi berbeda, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih variatif tanpa mengganggu kegiatan belajar utama.
Antusiasme siswa pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Rasa penasaran yang telah muncul sejak sebelum acara dimulai, terjawab melalui interaksi langsung dengan para narasumber.
