TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Objek wisata Arga Hotspring di Desa Sundakerta, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, terus memperkuat pengelolaan kebersihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas destinasi wisata.
Dalam sembilan bulan terakhir, pengelolaan sampah di kawasan Arga Hotspring Tasikmalaya tersebut dinilai mengalami perkembangan, mulai dari penambahan fasilitas hingga penerapan sistem pemilahan sampah.
Perkembangan itu terungkap dalam kunjungan Duta Lingkungan Jawa Barat perwakilan Kabupaten Tasikmalaya, Risna Nurhajani dan Jelby, bersama perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya ke kawasan wisata tersebut, Senin (1/6/2026).
Baca Juga:Rebalancing Indeks MSCI Efektif, Saham yang Terdepak Justru Melonjak! BREN dan CUAN ARA, Big Banks TertekanPermainan Tradisional Sunda Ini Ternyata Bisa Bikin Matematika Lebih Mudah Dipahami Siswa SD di Tasikmalaya
Risna mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pengelolaan sampah plastik yang pernah dilakukan pada September 2025 bersama pengelola wisata dan Karang Taruna Desa Sundakerta.
Menurut dia, pada kunjungan sebelumnya masih ditemukan sejumlah kendala, terutama keterbatasan jumlah tong sampah dan penempatannya yang belum menjangkau titik-titik aktivitas pengunjung.
“Akibatnya masih ditemukan sampah yang ditinggalkan pengunjung di area tempat duduk karena fasilitas pembuangan sampah belum mudah dijangkau,” kata Risna.
Namun hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya peningkatan. Tong sampah kini telah ditempatkan di berbagai area rekreasi sehingga lebih mudah diakses wisatawan.
Selain itu, kawasan wisata juga telah memiliki tempat penampungan sementara (TPS) yang digunakan untuk mengumpulkan sekaligus memilah sampah sebelum diproses lebih lanjut.
Risna menjelaskan, pengelolaan kebersihan kawasan wisata alam tersebut didukung enam petugas yang dibagi ke dalam tiga area kerja, yakni pintu masuk, kolam bagian atas, dan kolam bagian bawah.
Sistem ini memungkinkan pengumpulan dan pemilahan sampah dilakukan secara rutin di seluruh kawasan wisata.
Baca Juga:Taspen Salurkan Gaji Ketiga Belas Pensiunan ASN Mulai 2 Juni 2026, Tanpa Prosedur Ribet7 Rekomendasi Tempat Belajar Ngaji Online Terbaik untuk Dewasa
Tidak hanya berfokus pada kebersihan, pengelolaan sampah di kawasan tersebut juga mulai mengedepankan aspek pemanfaatan.
Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan ikan oleh warga sekitar, sementara sampah anorganik dijual kepada pengepul.
Adapun sampah residu dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving block melalui bank sampah di Kampung Cijoho.
Menurut Risna, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berfungsi menjaga kebersihan kawasan wisata, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
