Wabup yang Jarang Diam!

Asep Sopari Al Ayubi
Asep Sopari Al Ayubi, Wakil Bupati Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Malam itu baru saja lewat Magrib. Udara di Kota Tasikmalaya terasa lebih sejuk dari biasanya. Saya menuju sebuah rumah di Perum Salsabila. Rumah seorang wakil bupati yang belakangan jarang saya temui.

Namanya: Asep Sopari Al Ayubi. Orang-orang memanggilnya sederhana: Asop. Sudah hampir satu tahun saya tidak berjumpa dengannya.

Padahal dulu, ketika ia masih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, langkahnya akrab menuju Graha Pena—tempat saya biasa menulis dan berdebat gagasan.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Masih Bungkam, Isu Cashback Pinjaman Daerah Belum TerjawabMohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!

Malam itu saya dibuat sedikit terkejut. Asop berubah. Lebih matang. Lebih detail. Dan yang paling terasa—lebih berwibawa.

Ia menyambut dengan santai. Sarung masih melingkar di pinggang. Kaos kerah putih melekat rapi. Ciri orang yang baru saja selesai menjalani hari panjang.

“Apa kabar?” tanyanya ringan.

Pertanyaan sederhana. Tapi nadanya terasa hangat. Lama tidak kongkow, katanya.

Saya dipersilakan duduk. Di meja sudah tersaji jeruk sunkist, kelengkeng, dan kakaren Lebaran yang masih memenuhi toples kaca. Tradisi yang masih dijaga: tamu datang, buah harus tersedia.

Lalu saya diajak masuk ke sebuah ruangan.

Ruang itu luas. Nyaman. Estetik. Sofa putih tersusun rapi. Saya menduga ruangan itu bukan sekadar ruang keluarga. Lebih mirip ruang diskusi. Tempat ia berbicara dengan pejabat, tokoh, atau siapa pun yang datang membawa persoalan.

Saya duduk. Ia mulai bercerita. Yang membuat saya terkejut bukan rumahnya. Bukan juga suguhan buahnya. Tapi cara berpikirnya. Kini ia berbicara dengan data.

Kalimat-kalimatnya tidak lagi sekadar opini. Ada angka. Ada peta. Ada gambaran medan. Ia tampak benar-benar menguasai wilayah Kabupaten Tasikmalaya—dari urusan kesehatan sampai ekonomi masyarakat.

Sebagai wakil bupati, posisinya memang nomor dua. Tapi dari cara ia bercerita, terasa jelas, ia bukan sekadar pelengkap.

Baca Juga:Adegan Drama Pemkot Tasik!Bupati "Pinjaman"

Ia penyeimbang. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menurutnya memberi ruang cukup luas untuk bergerak. Dan hubungan keduanya, setidaknya dari pengamatan publik—jarang terlihat retak. Tidak ada drama terbuka. Justru sering saling menguatkan, bahkan di media sosial.

0 Komentar