Mohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!

Izin pak wali
Ilustrasi: AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada satu kalimat yang belakangan sering muncul di layar ponsel para pejabat. Kalimatnya sopan. Diawali dengan kata yang sangat santun:

“Mohon ijin Pak WALI 🙏🙏🙏.”

Kalimat pembukanya terasa halus. Penuh tata krama. Seperti hendak menyampaikan sesuatu yang sangat penting. Isinya ternyata sebuah usulan.

Usulan tentang siapa yang sebaiknya menjadi Pelaksana Harian Sekda Kota Tasikmalaya. Nama yang disebut cukup jelas: Asep MP – Asep Maman Permana.

Baca Juga:Adegan Drama Pemkot Tasik!Bupati "Pinjaman"

Jabatannya juga disebut lengkap: Asda 3. Alasannya pun berderet panjang. Katanya sudah terbukti dan teruji. Katanya profesional. Katanya punya dedikasi. Katanya integritas. Bahkan disebut terkoneksi tanpa spasi. Kalimat yang terakhir itu menarik “Terkoneksi tanpa spasi.”

Saya sempat berhenti di situ. Apa maksudnya? Tanpa jeda? Tanpa jarak? Tanpa celah? Kalimat itu seperti slogan kampanye. Ringkas. Padat. Mudah diingat.

Tapi yang paling menarik bukan pada pujiannya. Melainkan pada bagian paling bawah. Ada daftar. Seperti daftar hadir. Atau mungkin daftar dukungan.

Sudah ada beberapa nama yang mengisi: Hadi Riaddy. Deni Diyana. Andi Abdullah.Di bawahnya masih ada garis-garis kosong. Seperti menunggu diisi. Seperti membuka ruang bagi yang ingin ikut menandatangani. Atau sekadar ingin dianggap satu barisan.

Di birokrasi, hal-hal seperti ini bukan hal baru. Ketika jabatan penting akan kosong — apalagi jabatan strategis seperti Sekda — biasanya suhu mulai naik pelan-pelan. Tidak panas di luar. Tapi hangat di dalam.

Percakapan mulai ramai di grup-grup kecil. Pesan berantai mulai muncul. Dukungan mulai dibangun, kadang secara halus, kadang agak terbuka.

Dan kali ini, bentuknya cukup unik: daftar terbuka. Bukan surat resmi. Bukan juga rekomendasi kelembagaan. Tapi pesan berantai yang mengundang nama-nama baru. Seperti petisi digital gaya birokrasi.

Baca Juga:Dua PAC PPP “Meninggal” Sebelum Waktunya!Tambang PAD di Kota Tasikmalaya Bernama Event!

Saya membayangkan bagaimana perasaan seorang wali kota membaca pesan seperti itu. Nama yang dituju tentu saja: Viman Alfarizi. Apakah beliau tersenyum? Atau justru mengernyitkan dahi?

Karena dalam tradisi birokrasi yang sehat, jabatan bukan ditentukan oleh daftar dukungan. Apalagi dukungan model daftar nama di pesan berantai. Jabatan Plh Sekda bukan lomba popularitas.

0 Komentar