Mohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!

Izin pak wali
Ilustrasi: AI
0 Komentar

Ia soal kapasitas, kepercayaan dan ketepatan membaca kebutuhan organisasi. Bukan soal siapa yang paling cepat membuat daftar.

Saya tidak meragukan satu hal: Asep MP tentu punya rekam jejak. Ia pejabat senior. Sudah lama di birokrasi. Sudah kenyang pengalaman.

Tapi justru karena itu, prosesnya harus terlihat elegan. Tidak gaduh. Tidak seperti sedang mengumpulkan tanda tangan dukungan. Karena semakin tinggi jabatan, semakin penting menjaga marwah prosesnya.

Baca Juga:Adegan Drama Pemkot Tasik!Bupati "Pinjaman"

Ada satu kekhawatiran kecil dari fenomena seperti ini. Kalau daftar dukungan dibiarkan menjadi budaya, birokrasi bisa berubah menjadi arena kontestasi diam-diam.

Orang tidak lagi fokus pada kerja. Tapi sibuk mencari tanda tangan. Atau minimal, sibuk memastikan namanya masuk daftar. Takut dianggap tidak mendukung. Padahal belum tentu tahu apa yang didukung.

Di sinilah ujian bagi Viman Alfarizi , Wali Kota Tasikmalaua sebenarnya dimulai. Bukan sekadar memilih siapa Plh Sekda. Tapi juga menentukan budaya seperti apa yang ingin dibangun.

Apakah budaya dukung-mendukung lewat daftar nama? Atau budaya kerja yang sunyi, tapi hasilnya terasa? Karena satu daftar kecil hari ini bisa menjadi kebiasaan besar di masa depan.

Dan kebiasaan di birokrasi, kalau sudah tumbuh, sulit dicabut. Apalagi kalau sudah terlanjur dianggap wajar. Padahal belum tentu sehat. (red)

0 Komentar