Vespa, Cerita dan Dua Hari yang Akan Mengubah Tasikmalaya!

Vespaphoria
Poster Vespaphoria
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID -Siapkan akhir pekan Anda. Bukan karena ada diskon besar besaran. Bukan pula karena ada pertandingan sepak bola. Melainkan karena Tasikmalaya akan menyambut tamu-tamu istimewa.

Mereka datang tidak dengan jas dan dasi. Mereka hadir dengan helm, jaket, dan deru mesin tua dengan suara knalpot khas yang justru kian dicintai dari waktu ke waktu.

Pada 20-21 Juni 2026 nanti, STMIK Tasikmalaya akan menjadi titik temu para pecinta Vespa dari berbagai penjuru Indonesia.

Baca Juga:Amir Mahpud Membangun Jembatan Politik dari TasikmalayaHasil Pekerjaan Tak Berfungsi, Proyek Ipal TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Mencurigakan

Mereka akan berkumpul dalam Anniversary ke-28 Scooter Tasikmalaya Club (STC) yang mengusung tema Vespaphoria.

Hanya dua hari, namun yang hadir bukan sekadar rangkaian acara, melainkan akumulasi kenangan yang terawat selama puluhan tahun.

Para pemilik Vespa hampir selalu membawa cerita, tentang perjalanan panjang, persahabatan yang tumbuh di jalanan, hingga cinta yang bersemi dari satu bengkel ke bengkel lainnya.

Karena itulah, ketika ribuan scooterist berkumpul, yang bertemu bukan hanya para pengendaranya, tetapi juga kisah-kisah yang mereka bawa.

Mereka bersilaturahmi, bertukar pengalaman, dan berbagi cerita tentang perjalanan, mesin yang rewel, sampai persoalan hidup yang kadang lebih rumit daripada membongkar mesin.

Di sanalah letak daya tarik komunitas Vespa.

Sering kali yang dicari bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan itu sendiri.

Panitia penyelenggara, Asep Saeful Efendi, memastikan perayaan kali ini akan dikemas semeriah mungkin. Namun acara ini tidak berhenti pada perayaan ulang tahun atau panggung hiburan semata.

Baca Juga:Nilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya BerpolemikCitra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim Kritikan

Ia ingin para peserta pulang membawa pengalaman sekaligus jejak sejarah. Sebab tidak mudah bagi sebuah komunitas untuk bertahan hingga usia 28 tahun, terlebih di era ketika banyak orang lebih akrab dengan layar telepon genggam daripada dengan tetangganya sendiri.

Semangat itulah yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kegiatan Vespaphoria. Tidak hanya konser musik. Di sore hari akan ada Running Thunder. Sebuah iring-iringan Vespa yang akan mengalir menyusuri jalan-jalan Kota Tasikmalaya.

Bukan untuk pamer. Bukan pula untuk membuat gaduh. Melainkan untuk menunjukkan bahwa persaudaraan masih hidup. Bahwa komunitas vespa tetap memiliki ruang di tengah ritme kehidupan modern.

0 Komentar