Vespa, Cerita dan Dua Hari yang Akan Mengubah Tasikmalaya!

Vespaphoria
Poster Vespaphoria
0 Komentar

Selain itu, ada donor darah. Kegiatan yang mungkin tidak terlalu ramai diabadikan dalam foto. Namun manfaatnya paling nyata dirasakan. Setetes darah dapat menjadi harapan bagi keselamatan seseorang. Sesuatu yang tak bisa digantikan oleh tepuk tangan ataupun pujian.

Ada pula Dyno Test. Arena yang selalu menyita perhatian. Di sanalah para pemilik Vespa dapat mengukur seberapa besar tenaga yang masih tersimpan di balik mesin kesayangannya. Belum lagi santunan sosial. Bazar. Bursa jual beli. Serta berbagai kontes yang meramaikan suasana.

Semuanya menjadi ruang perjumpaan bagi sesama pecinta scooter. Ruang yang membuat orang asing perlahan berubah menjadi saudara.

Baca Juga:Amir Mahpud Membangun Jembatan Politik dari TasikmalayaHasil Pekerjaan Tak Berfungsi, Proyek Ipal TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Mencurigakan

Di sisi lain, Ketua STC, Enan Suherlan, memilih membuka perhelatan ini dengan kerendahan hati. Ia lebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tasikmalaya apabila selama kegiatan berlangsung terdapat aktivitas yang sedikit terganggu.

Sikap yang tidak selalu mudah ditemukan. Sebab meminta maaf sebelum gangguan terjadi menunjukkan kesadaran bahwa ruang publik adalah milik bersama.

Meski demikian, Enan memastikan seluruh kegiatan akan berlangsung tertib. Koordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota terus dilakukan. Komunikasi terus dibangun.

Tujuannya sederhana. Agar seluruh peserta merasa nyaman dan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

“Saya mohon maaf apabila saat pelaksanaan nanti aktivitas warga terganggu,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh scooterist menjaga ketertiban, disiplin, keamanan, dan tanggung jawab selama berada di Tasikmalaya.

Sebab Vespa bukan hanya soal kendaraan.

Ia juga berbicara tentang etika, tentang penghormatan kepada sesama pengguna jalan dan tentang bagaimana sebuah komunitas menjaga nama baiknya.

Baca Juga:Nilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya BerpolemikCitra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim Kritikan

Pada akhirnya, yang akan memenuhi halaman STMIK nanti bukan hanya deretan Vespa. Melainkan juga sejarah yang bergerak.

Vespa Super. Sprint. PS. Excel. VBB. Masing-masing memiliki usia. Masing-masing memiliki karakter. Dan masing-masing menyimpan cerita. Karena Vespa memang tidak pernah sekadar alat transportasi.

Ia adalah album kenangan yang dapat dikendarai. Dan pada 20-21 Juni nanti, ribuan kenangan itu akan bertemu di Tasikmalaya. (red)

0 Komentar