RADARTASIK.ID – Di tengah tantangan fiskal nasional yang kian kompleks, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan arah baru pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Dilansir dari Disway.id, Purbaya meminta jajarannya di Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) untuk proaktif membantu pemerintah daerah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara efektif.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pusat ingin memastikan setiap rupiah yang digelontorkan melalui dana daerah benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, bukan sekadar terserap di atas kertas.
Baca Juga:Hobi Jadi Cuan! Irukawa Elisa Ubah Kebun Herbal di Rumah Jadi Tempat Healing dan Sumber PenghasilanEmpat Jagoan OPPO Lini A Series Terbaik Yang Bikin Pesaing Ketar-Ketir, Ini Detailnya!
Dalam arahannya, Purbaya menegaskan pentingnya Kemenkeu bantu pemerintah daerah agar bisa lebih mandiri dalam tata kelola fiskal, sehingga tak lagi terjadi keterlambatan pencairan dana akibat perbedaan data pusat dan daerah.
“Ke depan Kementerian Keuangan harus lebih proaktif. Kita akan ajarkan mereka bagaimana mengelola dan membelanjakan anggaran dengan baik,” ujar Purbaya saat di Jakarta, Sabtu 1 November 2025.
Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas anggaran daerah Indonesia di semua level pemerintahan agar tidak ada lagi dana publik yang menguap tanpa hasil nyata.
“Pastikan uang dibelanjakan tepat waktu, tepat sasaran, dan digunakan semaksimal mungkin untuk kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, ketertiban fiskal di daerah adalah pondasi utama untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang telah ditetapkan Presiden.
Purbaya menilai, belanja pemerintah dorong ekonomi bukan hanya sekadar jargon, tetapi harus menjadi langkah konkret yang mendorong produktivitas dan investasi di berbagai sektor.
“Kita bukan hanya bagi-bagi anggaran, tapi memastikan belanja pemerintah bisa mendorong ekonomi dan investasi,” ujarnya.
Baca Juga:Nubia V80 Hadir Dengan Bezel Tipis dan Fitur AI Pintar, Performa Bertenaga Dengan Unisoc T7280Harga Emas Hari Ini Naik Lagi! Begini Rinciannya Untuk Antam, UBS, dan Galeri 24
Lebih jauh, Purbaya menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari angka statistik, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Pertumbuhan yang kita cari bukan sekadar angka, tapi yang benar-benar dirasakan rakyat,” katanya.
Pada bagian akhir pidatonya, Purbaya mengajak para pegawai muda Kemenkeu untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi motor perubahan di sektor keuangan publik.
