RADARTASIK.ID – Kabar Terbaru bagi para investor logam mulia, harga emas hari ini tercatat kembali mengalami kenaikan di awal pekan. Pergerakan ini menandakan tren positif di pasar emas yang masih menjadi instrumen investasi paling stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dilansir dari berbagai sumber, termasuk laman logamulia.com dan Sahabatpegadaian.co.id, harga emas di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada Selasa, 11 November 2025. Kenaikan ini terjadi secara merata pada tiga merek utama emas batangan, yakni Antam, UBS, dan Galeri 24.
Untuk harga emas Antam per gram, kini tercatat dijual di angka Rp2.333.000, naik sebesar Rp26.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp2.307.000. Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap emas batangan masih cukup kuat di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.
Baca Juga:Intip! Enam Keunggulan iQOO Z10 Lite, Si Tangguh 2 Jutaan, Yang Punya Ketahanan Militer dan Performa KencangRekomendasi HP Tangguh Kelas Menengah, Harga 3 Jutaan Ke Atas, Performa Ngebut Baterai Super Awet
Sementara itu, harga buyback emas Antam atau harga jual kembali juga ikut menanjak ke posisi Rp2.198.000 per gram. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa investor yang ingin mencairkan aset emasnya bisa mendapatkan nilai jual yang lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya.
Tidak hanya Antam, harga emas UBS hari ini juga ikut naik dan terpantau di angka Rp2.392.000 untuk ukuran 1 gram. Kenaikan sebesar Rp11.000 dari harga sebelumnya di Rp2.381.000 menunjukkan konsistensi pasar emas UBS yang stabil dan masih diminati banyak kalangan, terutama di sektor ritel.
Adapun harga buyback untuk emas UBS kini berada di kisaran Rp2.231.000 per gram, memperkuat posisi UBS sebagai salah satu merek emas batangan paling kompetitif di pasar domestik.
Sementara itu, harga emas Galeri 24 terbaru juga mengalami kenaikan yang sejalan dengan tren emas lainnya. Emas Galeri 24 untuk ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.390.000, naik sebesar Rp12.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya di angka Rp2.378.000.
Harga buyback-nya pun ikut meningkat ke Rp2.234.000, memperlihatkan adanya pergerakan positif di sektor perdagangan logam mulia.
Kenaikan harga ini diyakini sebagai respons terhadap meningkatnya minat masyarakat terhadap emas menjelang akhir tahun, di mana emas sering dijadikan aset pelindung nilai (safe haven) dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
