TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy memastikan koordinasi dan penanganan distribusi air irigasi di Sungai Cikunten terus dilakukan. Hal itu disampaikan Humas BBWS Citanduy, Rahmat Syah, menanggapi pemberitaan mengenai terganggunya pasokan air yang dirasakan Pondok Pesantren Al-Muchtar di Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Rahmat mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan telah ditindaklanjuti melalui koordinasi langsung di lapangan. Pondok Pesantren Al-Muchtar selama ini memanfaatkan air dari Saluran Primer Cikunten II untuk kebutuhan sehari-hari, seperti wudhu, mandi, mencuci, sanitasi, dan kebutuhan pendukung lainnya. Saluran tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Menurut Rahmat, Daerah Irigasi (D.I.) Cikunten II merupakan salah satu jaringan irigasi yang melayani wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dengan luas layanan mencapai 4.443 hektare.
Baca Juga:Tebak-tebakan, Calon Pemilik Tiga Kursi Dinas di Pemerintah Kota Tasikmalaya!Bertahan Hidup Tanpa Bawang Merah!
“Irigasi Cikunten II ini berperan penting dalam mendukung layanan air irigasi bagi lahan pertanian masyarakat,” terang Rahmat.
Ia menjelaskan, jaringan irigasi tersebut memiliki saluran primer sepanjang 15,258 kilometer yang bersumber dari Sungai Ciwulan. Sementara saluran sekundernya sepanjang 35,525 kilometer mendapat suplai dari Bendung Ciwulan dan Bendung Cimerah II.
Rahmat menegaskan, fungsi utama saluran irigasi adalah memenuhi kebutuhan irigasi pertanian melalui operasi jaringan irigasi. Salah satu kegiatannya adalah penyediaan air irigasi melalui penentuan jumlah air yang dialokasikan berdasarkan waktu, jumlah, dan mutu sesuai kebutuhan pertanian serta keperluan lainnya. Pemanfaatan air irigasi untuk kebutuhan lain juga harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Saat ini, kata dia, distribusi air di Saluran Primer Cikunten II mengalami penurunan debit seiring mulai masuknya musim kemarau 2026. Selain itu, kondisi jaringan irigasi yang belum optimal turut memengaruhi kelancaran distribusi air.
Gangguan distribusi air, lanjut Rahmat, antara lain disebabkan kehilangan air akibat oncoran ilegal, kerusakan bangunan irigasi, serta faktor teknis lainnya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BBWS Citanduy tengah melaksanakan rehabilitasi pintu air BCK.II 14.
Dalam Sosialisasi Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi Cikunten II yang digelar di Kantor Kecamatan Singaparna pada 16 April 2026, telah disepakati pola rotasi pengaliran air antara pengelola dan penerima manfaat irigasi sebagai respons terhadap berkurangnya debit air dan selama pekerjaan rehabilitasi berlangsung.
